Ijin Operasional Bandara Notohadinegoro Mati Sejak Maret 2018

Komisi C DPRD Jember, menemukan fakta menarik ketika melakukan sidak ke bandara notohadinegoro Jember Selasa pagi, menyusul berakhirnya rute penerbangan Citilink Jember-Surabaya. Komisi C mendapatkan fakta, ternyata ijin operasional bandara Notohadinegoro Jember, sudah mati sejak Maret 2018 lalu.

Ketua komisi C DPRD Jember David Handoko Seto menjelaskan, ketika melakukan sidak ke bandara, dirinya bertemu langsung dengan staf perwakilan Citilink. Dan anehnya disampaikan bahwa prospek penerbangan Jember-Surabaya cukup bagus. Menjadi pertanyaan besar bagi komisi C, jika bagus kenapa citilink hengkang? Nampaknya staf citilink tidak berani menjelaskan lebih jauh.

Namun ketika komisi C menelusuri lebih jauh kepada beberapa pihak, baru diketahui ternyata operasional bandara Notohadinegoro saat ini bisa dikatakan tidak berijin. Sebab ijin operasional bandara sudah berakhir sejak Maret 2018 lalu. Upt Bandara sudah menyampaikan kepada Dinas perhubungan namun tidak tahu prosesnya sampai dimana.

Dalam waktu dekat Komisi C akan menggelar hearing bersama dinas perhubungan, untuk minta klarifikasi terkait persoalan ini. Karena menyangkut keselamatan penerbangan, mestinya pemkab segera mengurus perijinannya, jangan sampai ijin operasional mati sampai setahun lebih.

(399 views)