Koordinator Aktivis Format dipanggil Polisi Terkait Laporan Dugaan Penghinaan Parlemen yang Melibatkan Bupati

kustiono

Dugaan penghinaan parlemen yang dilakukan Bupati Jember Faida yang dilaporkan ke Mapolda Jatim, bulan April lalu ternyata masih terus berlanjut. Kamis tanggal 21 November mendatang Koordinator Aktivis Format Kustiono Mustri selaku terlapor akan diperiksa di Mapolres Jember.

Kepada sejumlah wartawan Kustiono mengaku, Senin pagi dirinya mendapatkan surat penggilan dari Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Jember, yang intinya memanggil dirinya pada tanggal 21 November 2019, untuk memberikan keterangan dan membawa dokumen, terkait laporannya tentang dugaan penghinaan terhadap parlemen yang dilakukan Bupati Jember Faida saat mengkampanyekan suaminya. Sebenarnya menurut Kustiono laporan tersebut dilayangkan ke Mapolda Jatim pada bulan April lalu, bersamaan dengan laporannya terkait dugaan nepotisme yang juga dilakukan Bupati Jember.

Namun karena dalam surat pemanggilan tersebut bertempat di Mapolres Jember lanjut Kustiono, artinya dirinya tidak perlu datang ke Mapolda Jatim. Kustiono memastikan akan memenuhi panggilan tersebut dengan membawa sejumlah dokumen terkait, sebagai bukti awal, termasuk video Bupati Jember Faida yang sempat viral di media sosial.

Sementara Kasat Resrkim Polres Jember AKP Yadwivana Jumbo Qantasson saat dikonfirmasi masih belum tahu pasti tekait surat pemanggilan terhadap Kustiono Musri, terkait laporan dugaan penghinaan parlemen yang dilakukan Bupati Jember Faida. Karena memang seingat Jumbo dirinya belum pernah menandatangani surat pemanggilan tersebut.

Namun saat awak media memberitahu bahwa pelapor diminta menemui Aiptu Eko Hari Purwanto di Ruang Penyididikan Unit Tipikor, Jumbo mempersilahkan awak media langsung menemui penyidik tersebut. Namun saat didatangi ke ruang kerjanya, Aiptu Eko Hari Purwanto sedang tidak ada di ruangannya.

(885 views)