Polres Jember Bentuk Satgas untuk dalami Dugaan Penistaan Agama yang Melibatkan Kades Curahkalong

Puluhan Laskar FPI yang tergabung dalam Aliansi Pembela Basmala, Senin siang melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Jember, mendesak polisi mengusut dugaan kasus penistaan agama yang melibatkan Kades terpilih Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari. Menjawab tuntutan massa Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal langsung membentuk satgas yang terdiri atas MUI dan Kemenag Jember.
Ketua FPI Jember Ustaz Faizin kepada sejumlah wartawan menjelaskan, kasus ini berawal dari temuan berkas kontrak politik yang diduga ditulis oleh kelompok Kades Curah Kalong terpilih berinisial AK, di mana diawali dengan tulisan basmalah yang ditulis secara terbalik. Yang jelas tulisan basmalah terbalik tersebut menyebabkan keresahan dalam masyarakat, sehingga dirinya bersama laskar FPI merasa perlu mendesak kepolisian agar mengusut tuntas kasus tersebut.
Saat ditanya apakah FPI sebelumnya pernah melakukan tabayun terhadap kades terpilih sebagai terduga, Ustaz Faizin mengaku hingga saat ini pihaknya belum melakukan pertemuan. Bahkan saat ditanya apa yang akan dilakukan FPI jika nantinya kades Curahkalong terpilih meminta maaf, ustaz Faizin memastikan persoalan tersebut harus tetap diusut sesuai hukum yang berlaku,
Sementara Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menjelaskan, pihaknya menerima semua pengaduan yang disampaikan oleh FPI terkait penulisan basmalah yang terbalik. Karena itu pihaknya sudah membentuk satgas dengan melibatkan MUI dan Kemenag Jember, untuk melakukan kajian apakah memang ada dugaan penistaan agama atau tidak. Hasil kajian dari satgas itulah nantinya dapat diketahui apa yang akan dilakukan penyidik Polres Jember.
Sementara Ketua MUI Jember Profesor Halim Subahar di hadapan massa meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Halim memastikan pihaknya bersama Kemenag akan melakukan kajian teks terhadap kontrak politik bertuliskan basmalah terbalik, untuk menentukan apakah memang ada unsur penistaan agama atau tidak.

(726 views)