Sejumlah Pengacara Sesalkan Bupati yang Tetap Lantik Kades Bersengketa

Sejumlah pengacara mengaku sangat menyesalkan tindakan Bupati Jember yang masih saja nekat melantik sejumlah kades yang masih terlibat kasus hukum di Pengadilan Negeri Jember. Padahal sebelum pelantikan sejumlah pengacara yang mendampingi sengketa Pilkades di sejumlah desa sudah melayangkan protes agar kades yang berkasus dipending pelantikannya.

Salah satu pengacara yang mendampingi sengketa Pilkades Desa Patemon, Kecamatan Pakusari Wigit Prayitno menjelaskan, sebenarnya jauh hari sebelum pelantikan kades, pihaknya sudah menyurati bupati agar yang dilantik adalah kades yang tidak berkasus. Sementara kades yang masih berkasus agar pelantikannya dipending hingga ada keputusan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jember.

Namun ternyata permintaannya tidak dihiraukan sehingga bupati tetap saja melantik sejumlah kades yang masih berkasus. Wigit menilai meski pelantikan kades berkasus sah menurut bupati namun bagi dirinya tidak sah. Sebab kenyataannya memang ada sesuatu yang tidak normal salah satunya yang terjadi pada Pilkades Desa Patemon.

Untuk itu lanjut Wigit, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri Jember. Putusan hakim yang sudah inkrah nantinya akan dijadikan dasar untuk melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN.

Sebelumnya tanggal 23 Oktober 2019 Bupati Jember Faida melantik sebanyak 148 kepala desa terpilih di Balai Serba Guna GOR Kaliwates Jember. Sementara 13 kades sisanya akan dilantik pada tahap kedua pada bulan Desember 2019 mendatang.

(683 views)