Perempuan Asal Semboro yang Ngaku Terkena Gendam Ternyata Hanya Berpura-pura

Seorang perempuan berinisial SM warga Desa Semboro, Kecamatan Semboro yang sempat mengaku kehilangan uang 20 juta setelah terkena gendam oleh orang tak dikenal, ternyata hanya berpura-pura saja. Hal tersebut terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap beberapa fakta yang dinilai janggal.

Kapolsek Semboro IPTU Fatur Rahman menceritakan, hari Jumat tanggal 18 Oktober lalu viral di media sosial SM menjadi korban perampokan di siang bolong, dengan kondisi tangan diikat dan mulut dilakban. Bahkan setelah Anggota Polsek Semboro mendatangi TKP, SM sempat mengaku terkena gendam oleh seorang pria yang tidak dikenalnya. Bahkan saat itu SM mengaku kehilangan uang sebesar 20 juta rupiah.

Polisi yang menemukan fakta yang dinilainya janggal, akhirnya polisi meminta keterangan dari saksi kunci yang merupakan penolong pertama. Dari situlah diketahui bahwa SM yang mengaku tangannya diikat ke depan, ternyata diikat ke belakang dengan tali dalam keadaan longgar.

Tidak cukup sampai di situ, setelah meminta keterangan penjual bensin ternyata SM ini sengaja menyiramkan bensin yang baru dibelinya ke tubuhnya sendiri. Begitupun dengan laksan yang menutup mulut korban yang ternyata korban sendiri yang menutupkan ke mulutnya.

Saat diinterogasi SM ini nekat melakukan sandiwara seolah-olah terkena gendam hanya karena takut kepada suaminya. Karena memang uang dari suaminya sebesar 20 juta rupiah, sudah habis digunakan untuk bayar cicilan ke koperasi simpan pinjam oleh SM sendiri. Akibat perbuatannya SM dijerat pasal 220 KUHP tentang laporan palsu, dengan ancaman maksimal  1 tahun 4 bulan penjara. Karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun tersangka tidak ditahan namun hanya dikenakan wajib lapor.

(488 views)