Tokoh Agama dan Ormas Jember Menolak Gerakan People Power

mahasiswa-banten-tolak-ajakan-people-power foto: Mahasiswa Banten Tolak Ajakan People Power (merdeka.com)
Majelis Ulama Indonesia MUI Jember, sejumlah tokoh agama dan Ormas di Kabupaten Jember menyatakan sikap menolak terhadap rencana people power menyikapi persolan pemilu tahun 2019. Para tokoh agama Jember sepakat bahwa, gerakan people power merupakan gerakan inkonstitusional yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Salah satu tokoh agama yang sekaligus Ketua PCNU Jember Kh Abdullah Syamsul Arifin atau Gus A’ab menilai, gerakan people power untuk menyikapi tuduhan adanya kecurangan dalam pelaksanaan pemilu 2019, merupakan gerakan inkonstitusional yang rawan menimbulkan perpecahan bangsa Indonesia. Sebab secara pribadi Gus Aab menilai, dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019, sudah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang ada, dan tidak ada kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masiv seperti yang dituduhkan kelompok tertentu.

Bahkan lanjut Gus Aab, jika memang ada salah satu pihak yang menemukan adanya indikasi kecurangan bisa melakukan aksi melalui mekanisme yang sudah diatur, bukannya malah memobilisasi massa, yang justru mengorbankan semangat persatuan dalam berbangsa dan bernegara. Karena itulah, secara tegas Gus Aab menyatakan menolak terhadap rencana gerakan people power.

Hal senada juga disampaikan beberapa tokoh agama dan ormas di Kabupaten Jember, di antaranya Gus Ghulam Ketua Pcnu Kencong, Kh Hasyim Wafiq, Habib Husein, dan Kh Umar Khotib. Bahkan penolakan terhadap gerakan people power juga disampaikan Ketua MUI Jember Profesor Halim Subahar, dan Wakil Bupati Jember Kh muqiet Arif.

(264 views)