Kredit Macet di Kabupaten Jember Mencapai 7,9 Persen

Non Performance Loan atau kredit macet di Kabupaten Jember mencapai 7,9 persen, atau tertinggi kedua setelah Kabupaten Banyuwangi. Angka tersebut tergolong tinggi, mengingat target Otoritas Jasa Keuangan hanya dikisaran angka 5 persen.

Kepala OJK Jember Azilsyah Nordin menyebutkan, hingga periode akhir Februari lalu rata-rata NPL di 5 kabupaten wilayah kerja OJK Jember berada di angka 8 persen. NPL tertinggi terjadi di Kabupaten Banyuwangi dengan angka 12,6 persen, disusul Kabupaten Jember dengan angka 7,9 persen.

Sedangkan untuk kabupaten Bondowoso dan Situbondo masing-masing sebesar 6 persen, dan NPL terendah terjadi di Kabupaten Lumajang sebesar 5 persen. Azil menilai butuh kerja keras agar NPL di wilayah kerja OJK Jember mencapai target, yakni di bawah 5 persen.

Lebih jauh Azil menjelaskan, tingginya angka kredit macet atau NPL di wilayah kerja OJK Jember, dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya bidang usaha debitur mengalami kegagalan, serta kondisi perekonomian suatu daerah.

(453 views)