Sidang Gugatan Bank yang Menahan Sertifikat Debitur Diwarnai Aksi Dukukungan Moril

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jember Kamis siang menggelar sidang gugatan dengan agenda pemeriksaan alat bukti dan saksi, terkait dugaan kasus pemalsuan dokumen dalam transaksi jaminan kredit rakyat atau KPR. Selama sidang berlangsung sempat diwarnai aksi dukungan moril oleh sejumlah warga, yang meminta majelis hakim berlaku adil dalam menyeselasaikan persoalan penggugat.

Kuasa hukum korban m ridwan menjelaskan, kliennya baru mengetahui beberapa waktu lalu bahwa rumah milik orang tuanya atas nama Budi Haryo Yudo, telah dijadikan jaminan kredit perumahan rakyat oleh seseorang dan surat sertifikatnya kini berubah menjadi sertifikat jual beli atas nama ardianing dengan alamat Perum Bukit Permai Blok B No.27 F Jember. Padahal nama kliennya sesuai KTP adalah Ardianing Timur Andia dengan alamat Jalan Kapten Pierre Tendean Kelurahan Karangrejo. Sangat aneh jika nama yang tercantum di pihak bank merupkana Ardianing saja.
Tidak cukup sampai di situ saja, ternyata identitas ibunya Setyo hartAti dipalsukan menjadi Hartati saja. Setelah ditelusuri ternyata yang telah memalsukan identitasnya adalah mantan suaminya selaku tergugat 1. Bahka mantan suaminya tersebut juga sengaja membuat surat ahli waris palsu untuk melancarkan aksinya.
Akibat kejadian tersebut, korban yang merasa tidak pernah menjadi nasabah pada bank tersebut, tiba-tiba mendapat somasi unruk melunasi tagihan hingga ratusan juta rupiah. Karena memang merasa tidak menjadi nasabah, akhirnya korban berusaha berunding dengan pihak bank selaku tergugat 2 agar menyelasaikan persoalan ini secara kekeluargaan, dan bank bersedia mengembalikan sertifikat yang dijadikan jaminan. Namun karena pihak bank menolak dengan alasan nama korban berbeda dengan nama yang tertera sebagai kreditur di bank. Karena upaya mediasi dengan pihak bank tidak membuahkan hasil, akhirnya korban melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jember.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sidang gugatan dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak bank selaku tergugat 2, sempat diwarnai aksi dukungan moril yang dilakukan sejumlah warga. Mereka membentangkan baner bertuliskan meminta hakim bersikap adil dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Sementara sidang yang dipimpin oleh majelis hakim Slamet Mulyono ternyata ditunda hingga tanggal 9 April mendatang, dengan agenda penyampaian bukti tertulis tambahan dari penggugat. Sebab pihak bank selaku tergugat 2, belum bias menghadirkan kedua saksi.
Sementara pihak bank selaku tergugat 2 Hendra Gunawan saat diwawancatrai oleh awak media, enggan memberikana komentar tanpa memberikan alasan.

(475 views)