Digerogoti Hoaks Pemilu 2019 Jadi Pemilu Terburuk

_105797648_antarafoto-mendukung-pemilu-beradab-100219-wpa-1Dengan maraknya isu bohong atau hoaks dan ujaran kebencian yang mewarnai pelaksanaan pemilu tahun 2019, mantan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Jawa Timur Muhamad Daud. Hal tersebut disampaikan Daud usai pelaksanaan seminar yang digelar Kominfo di Hotel Dafam Jember, minggu siang.
Menurut Daud, meski sebenarnya penyebaran isu hoaks sudah menyebar sebelum menjelang pelaksaan pemilu tahun 2019. Namun berdasarkan pantauan Daud, di tahun politik ini penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial semakin marak. Akibatnya hubungan antar tetangga dan saudara menjadi rawan terpecah belah, hanya karena persoalan perbedaan pilihan.
Dengan melihat maraknya hoaks dan ujaran kebencian yang ikut mewarnai pelaksanaan pemilu tahun 2019, Daud menilai pemilu tahun 2019 ini menjadi pemilu terburuk dalam bidang komunikasi. Daud mengajak warganet dan generasi muda khususnya, bisa mengisi media sosial dengan konten-konten positif dan menenangkan menjelang pelaksanaan pemilu bulan april mendatang.
Berdasarkan hasil pengamatannya lanjut Daud, penyebaran Hoaks di media sosial selain memiliki motif politik juga bermotif ekonomi. Tidak sedikit tahun politik sengaja dimanfaatkan oleh sekelompok pengguna media sosial, untuk meraup keuntungan pribadi, dengan menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks. Menurut Daud semakin tinggi rating akun media sosial miliki seseorang yang digunakan untuk menyebar hoaks dan ujaran kebencian, akan semakin besar keuntungan yang didapatkannya.

(229 views)