Sepanjang 2018 Bawaslu Mencatat 3500 Lebih Pelanggaran Kampanye

151626620161031-143940780x390ilustrasi

Sepanjang tahun 2018 Badan Pengawas Pemilu Bawaslu Jember mencatat, terjadi  3500 lebih pelanggaran kampanye. Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka kepada sejumlah wartawan Selasa siang.

Thobrony menjelaskan, pelanggaran terbanyak berupa Alat Peraga Kampanye dan bahan kampanye, yang mencapai 3499 pelanggaran. Selain itu bawaslu juga menerima 3 laporan pelanggaran, serta 1 temuan. untuk temuan bawaslu terkait dugaan penyebaran hoax, sudah dilimpahkan ke polisi, sedangkan laporan sisanya dinyatakan tidak memenuhi unsur.

Sedangkan untuk tahun 2019 hingga di pertengahan Februari ini, Bawaslu terus melakukan oenertiban APK dan BK secara rutin setiap 2 minggu sekali. Namun jika dibandingkan tahun 2018 lalu, menurut Thobrony frekuensinya bisa dikatakan relatif jauh berkurang.

Thobrony mengapresiasi kerjasama partai politik dan tim pemenangan capres cawapres, yang telah mematuhi titik lokasi pemasangan APK yang sudah disepakati. Thobrony kembali menegaskan, pemasangan alat peraga kampanye akan berakhir hingga H-1 pemungutan suara.

(412 views)