Embarkasi Haji Tidak Akan Mampu Dongkrak Bisnis Penerbangan di Jember

Rencana pembangunan embarkasi haji, dinilai tidak akan mampu mendongkrak bisnis penerbangan di Kabupaten Jember. Demikian disampaikan Pengamat Penerbangan yang juga Komisoner Ombusmen RI Alvin Lie melalui telefon selularnya.

Alvin menjelaskan, dalam satu tahun ada 52 minggu sedangkan pemberangjatan haji dalam setahun paling hanya satu sampai 2 minggu saja, sehingga 50 minggu sisanya Bandara Jember tidak berfungsi. Memang potensi jamaah umroh, tetapi tidak bisa dipaksakan semua travel memberangkatkan jamaahnya ke Surabaya menggunakan pesawat.

Alvin menyarankan Pemkab Jember mengembangkan daya tarik multi aspek, jangan hanya fokus embarkasi haji. Fokus membangun bandara tidak akan membantu jika kawasan daerahnya sendiri tidak tergarap. Haji dan umroh hanya akan memberangkatkan orang Jember dan sekitarnya, tetapi tidak bisa mendatangkan orang dari luar. Tentu jika yang ramai hanya one way maskapai juga akan rugi.

Posisi Jember yang berdekatan dengan Banyuwangi menurut Alvin, menjadi tantangan tersendiri agar dua daerah ini mampu bersaing dengan potensi masing-masing. Seperti Jogja, Solo dan semarang misalnya, saling berdekatan dan masing-masing memiliki bandara, tetapi bisa hidup karena sama-sama memiliki potensi untuk dikunjungi.

Karena itu Alvin menilai perlu adanya identifikasi karakteristik penumpang dan potensi lokal. Potensi apa yang ingin di promosikan, serta penerbangan kemana yang banyak diminati. Sebab jika hanya tujuan Jember Surabaya atau Jakarta, harus bersaing dengan Tol Trans Jawa. Tetapi jika penerbangan ke luar pulau mungkin lebih menjanjikan, karena hanya bersaing dengan kapal laut.

(324 views)