Pengamat Hukum Unej Menilai Aneh Jika OTT Dispenduk Tidak Menjadi Bahan Evaluasi Bagi Pemkab Jember

Pengamat hukum yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember Nurul Ghufron, mengaku heran sudah setengah bulan terjaring OTT, antrian di Dispenduk tetap saja terjadi sejak subuh. Mestinya OTT bisa menjadi pelajaran bagi Dispenduk untuk segera berbenah diri.

Gufron berpendapat, munculnya pungli di Dispenduk akibat kebijakan sentralisasi pengurusan adminduk. Penumpukan masyarakat ini kemudian dimanfaatkan oleh oknum tertentu, untuk memperkaya diri sendiri dengan melakukan pungutan liar.

Mestinya lanjut Ghufron, pasca OTT Pemkab segera mengevaluasi dan memperbaiki sistem pelayanan di Dispenduk, dengan kembali memfungsikan kecamatan dan desa untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Bukan justru bersikukuh menggunakan sistem tersentral, yang jelas-jelas membuat praktik pungli semakin subur.

Ghufron mengaku tidak habis pikir dengan buruknya pelayanan Adminduk di Jember, yang terkesan makin menyulitkan masyarakat. Padahal di daerah lain justru berlomba-lomba mempermudah dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan ada pelayanan kepada warga yang melahirkan, pulang dari bidan atau rumah sakit langsung membawa akte kelahiran.

(239 views)