Jelang Pemilu TIM Siber Patrol Polres Jember Bakal Buru dan Tindak Tegas Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian

Menjelang pemilu tahun 2019 mendatang, Polres Jember bersama Kejaksaan Negeri Jember, Bawaslu Jember dan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi atau RTKI Jember, berkomitmen memburu dan menindak tegas pembuat dan penyebar berita bohong atau hoax, dan ujaran kebencian di media sosial. Komitmen memerangi hoax dan ujaran kebencian tersebut, dipertegas dengan penandatanganan MoU, di Ruang Rupatama Polres Jember, Senin pagi.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menjelaskan, menjelang pesta demokrasi di Indonesia, kerap ditandai dengan maraknya berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial, yang ujung-ujungnya dapat menimbulkam konflik horizontal dalam masyarakat. Untuk mempercepat proses identifikasi adanya informasi hoax dan ujaran kebencian tersebut, Polres Jember bersama Kejari Jember, Bawaslu dan RTIK Jember, bakal melakukan patroli di dunia maya.

Dalam melalukam tugasnya lanjut Kusworo, RTIK Jember yang beranggotakan 50 orang bersama tim lainnya, akan mengindentifikasi secepat mungkin, adanya pelanggaran pemilu di media sosial, yang selanjutnya dilaporkan ke Centra Gakkumdu untuk ditindaklanjuti secara hokum. Kusworo berharap, dengan adanya komitmen bersama ini, pelaksanaan pemilu bulan april tahun 2019 mendatang, dapat berjalan dengan tertib tanda dicemari dengan ujaran kebencian dan kabar bohong.

Sementara Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka mengapresiasi langkah cepat Polres Jember, untuk mengantisipasi maraknya hoax dan ujaran kebencian di media social menjelang pemilu 2019. Thobrony mengaku saat ini di Kabupaten Jember sudah mulai muncul kabar bohong di media sosial, yang mencatut nama salah satu ASN Kemenag Jember sebagai korbannya.

Thobrony berharap, dengan melibatkan tim dari RTIK Jember dalam melakukan patroli siber, dapat mempercepat proses identifikasi kasus pelanggaran pemilu, yang memang memiliki batas waktu penyidikan 14 hari setelah pelanggaran ditemukan.

(379 views)