Gara-gara Persoalan Harta Warisan Warga Umbulsari Pukul Kakak Kandungnya

Diduga karena persoalan harta warisan, BD warga Desa Gunungsari Kecamatan Umbulsari, Minggu malam nekat memukul kakak kandungnya bernama Sri Wahyuningsih warga setempat. Akibat perbuatannya, tersangka harus berurusan dengan polisi.

Kapolsek Umbulsari AKP sunarto menceritakan, 20 tahun lalu tersangka, korban dan kakak tertuanya bernama Sugik, mendapat warisan tanah yang luasnya sama, yakni 90 RU atau 1.260 meter persegi, yang lokasinya saling berdekatan. Namun tepat pada 20 tahun lalu juga, tersangka yang membutuhkan uang menjual tanah warisannya kepada korban seharga 15 juta Rupiah, dengan perjanjian agar tanah tersebut jangan sampai dijual kepada orang lain.

Korban yang sedang membutuhkan uang, dua bulan lalu terpaksa menjual tanah seluas 90 RU yang dibelinya dari adiknya kepada kakak tertuanya bernama Sugik, seharga 115 juta Rupiah. Minggu sore Sugik mendatangkan petugas untuk melakukan pengukuran ulang sebagai syarat balik nama sertifikat tanah, ternyata tanahnya hanya seluas 87 RU, atau kurang 42 meter persegi atau 3 RU.

Karena persoalan itulah, seluruh saudaranya yang berjumlah 7 orang berembuk di rumah korban, untuk mencari jalan keluarnya. Tersangka selaku penjual pertama yang enggan memberikan kekurangan tanah tersebut dari sebagian tanah miliknya, tiba-tiba naik pitam dan memukul kakak kandungnya dengan tangan kosong.

Lebih lanjut Sunarto menjelaskan, atas kejadian tersebut, korban melapor ke Mapolsek Umbulsari. Berbekal laporan tersebut, beberapa jam kemudian polisi menangkap tersangka di rumahnya. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman 2 tahun penjara.

(300 views)