Masyarakat Harus Antri Mulai Subuh untuk Mengurus Adminduk

Masyarakat mengeluhkan tidak bisanya mengurus adminduk melalui kecamatan seperti sebelumnya. Akibatnya selain harus keluar biaya banyak untuk datang ke Kantor Dispenduk, mereka juga harus mengantri cukup panjang mulai dinihari. Dari 7 warga yang diwawancarai secara acak di Kantor Dispenduk, rata-rata mengeluhkan hal yang sama.

Seperti diungkapkan salah satu warga Pakusari bernama Jumain, yang mengaku sudah mengurus KTP sejak tahun 2016 lalu melalui kecamatan, namun sampai hari ini belum juga selesai. Bahkan dirinya sudah 3 kali menanyakan ke kecamatan dan 2 kali ke Kantor Dispenduk, sampai hari ini belum memperoleh kejelasan.

Padahal anaknya yang juga ada dalam satu KK dengannya, mengurus KTP melalui oknum tertentu bisa selesai dalam waktu seminggu, meski harus bayar 150 ribu rupiah. Hari ini Jumain kembali mendatangi Dispenduk. Namun karena melihat antrian yang begitu banyak, Jumain memutuskan pulang kembali karena harus kembali bekerja.

Hal senada disampaikan siswa salah satu SMA di Jenggawah Renaldy Aditya, yang terpaksa harus ijin tidak masuk sekolah untuk mengurus KTP di Kantor Dispenduk. Renaldy mengantri di Kantor Dispenduk sejak pukul 4.30 pagi, dan baru selesai pencetakan KTP dan KK pukul 11 siang.

Sementara warga Rambipuji atasnama Galuh Candra Kirana, mengaku sudah mengurus Adminduk sejak tahun 2017 lalu, dan hingga hari ini belum juga selesai. Bahkan galuh mengaku pernah mengurus melalui oknum staf Dispenduk dengan memberikan sejumlah uang, karena dirinya bekerja di Lumajang sehingga sulit untuk datang langsung ke Dispenduk. Tetapi ternyata sama saja, sampai saat ini belum juga ada kejelasan.

(362 views)