Perluasan Bandara Menjadi Embarkasi Antara Terkendala Pembebasan Lahan

Perluasan dan peningkatan status Bandara Notohadinegoro, terkendala persoalan pembebasan lahan. Demikian disampaikan Ketua Komisi C DPRD Jember Siswono kepada sejumlah wartawan.
Menurut Siswono, lahan yang saat ini dipakai saja masih belum tuntas 100 persen. Apalagi jika akan ditambah dengan perpanjangan runway dan penambahan sejumlah fasilitas, untuk menjadikan Bandara Notohadinegoro sebagai bandara internasional embarkasi antara.
Berdasarkan pengalaman terdahulu, karena lahan tersebut masuk penguasaan PTPN 12, proses pembebasan lahan tidak hanya cukup berurusan dengan Direksi PTPN 12, tetapi harus sampai ke tingkat kementerian yang membutuhkan proses sangat panjang.
Sebelumnya Bupati Jember Faidah, menurunkan target dalam 22 janji kerjanya untuk menjadikan Bandara Notohadinegoro sebagai pusat embarkasi haji wilayah Indonesia timur, menjadi bandara embarkasi antara. Meski demikian Faida tetap berkeinginan menjadikan Bandara Notohadinegoro sebagai bandara internasional.

(318 views)