Manfaat Embarkasi Antara Bagi Jamaah Calon Haji Tergantung Kemampuan APBD

Diturunkannya target menjadikan Bandara Notohadinegoro menjadi pusat embarkasi haji oleh Bupati Jember, ternyata masih juga menyisakan persoalan. Selain persoalan ijin dan syarat bandara, sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008, biaya pemberangkatan jamaah calon haji dari kota asal menuju bandara embarkasi, menjadi tanggungan pemerintah daerah.

Kepala Seksi Haji dan Umroh Kantor Kemenag Jember Misbahul Munir menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 13, biaya pemberangkatan jamaah calon haji menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Selama ini biaya transportasi bus jamaah calon haji dari Jember menuju Asrama Haji Sukolilo, seluruhnya ditanggung APBD.

Dengan demikian lanjut Misbahul Munir, jika nantinya Bandara Notohadinegoro menjadi embarkasi antara, pemerintah daerah juga harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk biaya transportasi dari Jember menuju surabaya dengan menggunakan pesawat. Jika APBD Jember tidak bisa menyediakan anggaran tersebut, bisa saja biaya pesawat dari Jember ke Surabaya PP akan dibebankan kepada masing-masing jamaah.

Sebelumnya saat mendampingi Dirjen Keimigrasian di Bandara Notohadinegoro beberapa waktu lalu, Bupati Jember Faida menurunkan sendiri target di dalam 22 janji kerjanya. Dari yang sebelumnya menargetkan Bandara Notohadinegoro sebagai pusat embarkasi dan debarkasi haji wilayah Indonesia timur, menjadi bandara embarkasi antara.

Artinya bupati ingin kedepan pemberangkatan jamaah calon haji dari Jember ke Surabaya, tidak lagi menggunakan transportasi bus seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi menggunakan transportasi udara dari Bandara Notohadinegoro.

(435 views)