Alami Defisit Anggaran BPJS Naikkan Iuran Peserta.

Akibat mengalami defisit anggaran, badan penyelenggaran jaminan sosial kesehatan menaikkan besaran iuran. meski demikian dengan dinaikkannya iuran kepesertaan, BPJS kesehatan akan memberikan beberapa tambahan pelayanan kesehatan.

Kepala unit hukum komunikasi publik dan kepatuhan BPJS Jember Achmad Zamar Azam menjelaskan, untuk penerima bantuan iuran atau PBI yang di daftarkan oleh pemerintah daerah, besaran iuran naik dari 19.225 rupiah menjadi 23 ribu rupiah per orang. Sedangkan untuk peserta BPJS mandiri naik dari 25.500 menjadi 30 ribu rupiah per orang per bulan.

Kenaikan tarif ini menurut azam, sesuai hasil perhitungan aktuaris yang dilakukan para ahli, agar pelayanan jaminan kesehatan dapat terus berjalan, harus dilakukan penyesuain besaran iuran. Sebab selama ini klaim yang diajukan, jauh lebih besar daripada dana yang diterima dari iuran peserta. Dengan bertambahnya besaran iuran tersebut lanjut Azam, BPJS memberikan pelayanan kesehatan tambahan, diantaranya pelayanan KB Fasektomi, UGD dan pelayanan akupuntur medis.

Lebih jauh Azam menjelaskan, sesuai Peraturan Presiden nomor 19 tahun 2016, iuran bagi peserta BPJS mandiri kelas 3 yang sebelumnya hanya 25.500 rupiah naik menjadi 30 ribu rupiah per orang per bulan, untuk kelas 2 dari 42.500 naik menjadi 51 ribu rupiah, dan untuk kelas 1 dari 59.500 naik menjadi 80 ribu rupiah.

Sigit

(586 views)