Tahun 2017 Jember Akan Menjadi Pilot Project Sarana Transportasi Masal

Tahun 2017 mendatang Jember akan menjadi pilot project, uji coba sarana transportasi masal. Hal ini disampaikan pengamat lalu lintas Universitas Jember Sonya Sulistyo, ketika berkunjung ke DPRD Jember beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaedi yang berdiskusi panjang dengan Sonya menjelaskan, sesuai hasil survey Litbangda Departemen Perhubungan, di Jawa Timur hanya Jember dan Magetan yang layak dijadikan pilot project sarana transportasi masal.
Bahkan pemerintah pusat sudah menyiapkan hibah sedikitnya 25 armada bus, melanjutkan hibah aramada bus yang diberikan ketika pemerintahan MZA Jalal. Rencananya menurut Ayub, tahun 2017 nanti progam ini sudah harus dijalankan.
Ayub berharap pemerintah kabupaten Jember segera menjemput bola, untuk menangkap peluang ini kepada pemerintah pusat. Sebab melihat perkembangan ekonomi dan jumlah kendaraan di Jember, diperkirakan 10 hingga 20 tahun kedepan Jember akan mengalami krodit lalu lintas, jika tidak mulai saat ini dipikirkan jalan keluarnya.
Transportasi masal menggunakan armada bus ini lanjut Ayub, sesuai hasil kajian akademik yang dilakukan Universitas Jember, hanya akan melewati jalan protokol dan terkoneksi dengan stasiun kereta api.
Sementara angkutan kota yang saat ini sudah ada, akan diarahkan untuk melewati jalur-jalur arteri. Sehingga operasional armada bus ini tidak akan mematikan sarana angkutan kota yang sudah ada. Pemkab lanjut Ayub, juga harus siap membantu pemilik armada angkutan kota, untuk melakukan peremajaan armadanya.

(457 views)