Polisi Curigai Ada Kerjasama Antara Korban Penculikan Dengan Pelaku

Penculikan terhadap seorang mahasiswi Universitas Jember berinisial N-A, warga Desa Besuk Kecamatan Klabang Bondowoso untuk kedua kalinya, membuat polisi curiga, ada kerjasama antara korban dengan pelaku, untuk memeras orang tua korban.
Saat ini polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku, sekaligus menyelidiki dugaan tersebut. Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Jember AKP Agus Supriyanto.

Menurut Agus, modus pemerasan yang dilakukan oleh pelaku, sama persis dengan penculikan pertama pertengahan November 2015 lalu, terhadap korban yang sama. Saat itu pelaku yang kini sudah berhasil ditangkap, meminta korban menghubungi keluarganya, untuk meminta sejumlah uang sebagai tebusan.

Sebelumnya pertengahan November lalu, Polres Jember menerima laporan penculikan terhadap mahasiswa Universitas Jember berinisial N-A, warga Desa Besuk Kecamatan Klabang Bondowoso. Pelaku meminta tebusan 10 juta rupiah kepada keluarga korban, dan mengancam akan membunuh korban jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mengetahui persembunyian pelaku di daerah Purworejo Jawa Tengah. Setelah berkoordinasi dengan Polres Purworejo pelaku berhasil ditangkap, dan korban di jemput Tim Remob Polres Jember untuk dikembalikan kepada pihak keluarganya.
Namun laporan penculikan terhadap korban, kembali di terima Polres Jember tanggal 17 Februari lalu. Berbekal hasil penyidikan terhadap tersangka di Polres Purworejo, polisi menduga kuat adanya persengkongkolan antara pelaku dengan korban, untuk memeras keluarga korban.

(500 views)