Kepala Dinas Kesehatan Akui Pengembalian Obat Kepada Distributor Menyalahi Prosedur

Kepala Dinas Kesehatan Jember Bambang Suwartono, akui pengembalian obat-obatan kadaluarsa dari gudang farmasi kepada distributor menyalahi prosedur. Seharusnya untuk obat yang tidak masuk dalam perjanjian retur, jika sudah kadaluarsa harus dimusnahkan.

Dalam hearing bersama komisi D DPRD Jember selasa siang Bambang menerangkan, memang ada beberapa jenis obat di gudang farmasi kesehatan, yang bisa di retur kepada distributor, dengan catatan ada perjanjian sejak awal. Namun untuk obat-obatan yang tidak masuk dalam perjanjian, sesuai prosedur harus dimusnahkan, dengan disaksikan oleh pihak terkait seperti kejaksaan dan kepolisian, seperti yang dilakukan bulan agustus 2015 lalu.

Bambang mengaku kaget ketika Komisi D menemukan sejumlah obat-obatan kadaluarsa di gudang farmasi kesehatan, yang menurut petugas disana akan di retur kepada pihak distributor. Temuan komisi d ini menurut Bambang akan menjadi bahan evaluasi, bagi gudang farmasi dan juga dinas kesehatan.

Sebelumnya komisi D DPRD Jember menemukan sejumlah obat-obatan kadaluarsa, di gudang farmasi kesehatan jember. Komisi d semakin kaget, ketika petugas gudang farmasi mengatakan obat-obatan kadaluarsa tersebut akan ditukarkan kepada distributor.

Sebab menurut Ketua Komisi D DPRD Jember Mohammad Hafidi, setiap tahun dinas kesehatan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan obat. Yang menjadi pertanyaan kemana anggaran tersebut, jika ternyata gudang farmasi tidak melakukan pengadaan obat, tetapi hanya menukarkan obat kadaluarsa kepada distributor.

(904 views)