Jember Hari Ini Edisi 12 Januari 2016

150 Personil Polisi Diterjunkan untuk Amankan Kunjungan MENPAN

KOMPOL KUSEN HIDAYAT copy

Jember Hari Ini – Polres Jember menyiapkan 150 orang personil untuk amankan kunjungan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Berokrasi, Yuddy Chrisnandi. Pengamanan akan dilakukan mulai Selasa sore hingga Rabu (13/1/2016) besok.

Informasi yang dihimpun di Mapolres Jember, MENPAN yang diperkirakan datang ke Jember Selasa sore ini akan langsung menuju Pondok Pesantren KH. Umar Khotib, Jalan Merak Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang.

Menurut Kabag Ops Polres Jember, Kompol Kusen Hidayat, Polres Jember bertugas melakukan pengamanan di setiap rute yang dilalui menteri, mulai menuju pondok pesentren, Pemkab Jember, Polres Jember, kemudian ke Universitas Jember. Mengingat padatnya kegiatan menteri di Kabupaten Jember tersebut, maka Polres Jember perlu esktra keras untuk mengamankan seluruh lokasi kunjungan dengan mengerahkan jumlah pasukan hingga 150 orang personil polisi.

Kusen menambahkan, Polres Jember juga mengerahkan pengamanan untuk video conference sidang MK yang digelar di Fakultas Hukum Universitas Jember. Sidang MK menjadi salah satu atensi pengamanan di Polres Jember untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (Fit)

 

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Penganiayaan dalam Lomba Parade Sound Mini

IPDA MIFTAHUL HUDA

Jember Hari Ini – Karena keterbatasan saksi, Polsek Sukowono sejauh ini belum menetapkan tersangka kasus dugaan penganiayaan dengan korban Tohari, warga Desa Sumber Pakem Kecamatan Sukowono yang terjadi saat lomba Parade Sound Mini di Sukonowo beberapa waktu lalu.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Sukowono, Ipda Miftahul Huda, pihaknya susdah memeriksa sejumlah saksi dan korban. Namun belum ada satupun yang bisa menyebutkan identitas pelaku. Hingga saat ini pihaknya masih mencari mencari saksi-saksi lain yang mengetahui atau mengenali pelaku. Sejauh ini hasil penyelidikan baru mengarah kepada sesorang yang diduga sebagai pelaku. Pihaknya masih akan memanggil orang yang diduga sebagai pelaku sesuai prosedur. Jika panggilan satu dan kedua tidak diindahkan, pihaknya tidak akan segan melakukan upaya paksa.

Sebelumnya, karena menerobos Parade Sound Mini di Dusun Krajan Desa Sukowono Kecamatan suKowono, Tohari dihajar orang tidak dikenal hingga mengalami luka memar di wajah dan luka robek pada pelipis kiri. Akibat peristiwa tersebut, Tohari harus di rawat di Puskesmas Sukowono. (Fit)

 

Siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger Dapat Tawaran Kuliah di Jepang

KUNJUNGAN YOKOTA

Jember Hari Ini – Manajer Direktur Akademi Bahasa Jepang Narita, Hiroaki Yokota, Selasa siang menemui sejumlah wali murid dan taruna SMK Perikanan dan Kelautan Puger untuk menawarkan program kuliah sambil bekerja di Jepang.

Halidan yang menerjemahkan pidato Yokota menyatakan, Akademi Narita tidak hanya siap menampung calon mahasiswa dari SMK Perikanan dan Kelautan Puger, tetapi juga bersedia mencarikan pekerjaan sambilan selama perkuliahan. Setiap mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Narita akan langsung mendapat pekerjaan sambilan yang hasilnya cukup bahkan lebih untuk kebutuhan biaya hidup dan kuliah di Narita. Begitu juga lulusan Akademi Narita akan langsung disalurkan ke sejumlah perusahaan terkemuka di Jepang untuk bekerja dengan penghasilan puluhan juta setiap bulan.

Sementara Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger Kuncoro Dhiyaudin, menyambut baik tawaran dari Manajer Direktur Akademi Bahasa Jepang Narita tersebut. Bahkan, sebelum memasuki kuliah di Narita, SMK Perikanan dan Kelautan Puger akan membuka kelas khusus bahasa Jepang agar lulusannya bisa diterima sebagai mahasiswa Narita sekaligus bekerja di Jepang.

Menurut Kuncoro, tidak ada persyaratan ketat untuk bisa kuliah dan bekerja di Jepang, kecuali adanya kemauan dan kesungguhan berlatih bahasa Jepang selama belajar di SMK Perikanan dan Kelautan Puger.(Fath)

 

KLH Gulirkan Program Pengolahan Sampah untuk Produk Ramah Lingkungan

ILUSTRASI - SAMPAH

Jember Hari Ini – Persoalan sampah menjadi tugas besar Kantor Lingkungan Hidup (KLH), terutama penanganan sampah di tiga kecamatan kota.

Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Teknik Lingkungan KLH, Neni Suharno Putri, menegaskan, permasalahan sampah menjadi tanggung jawab bersama Kepala Tata Ruang Lingkungan Cipta Karya dan KLH. Agar tupoksinya tidak tumpang tindih, Kantor Lingkungan Hidup mengarahkan pada program pemanfaatan sampah menjadi produk ramah lingkungan.

Program yang dirancang tahun 2016 ini diharapkan bisa mengurai problem sampah di wilayah kota Jember.Pembuatan produk ramah lingkungan ini nantinya dikerjakan bersama bank sampah yang dibina oleh Kantor Lingkungan Hidup. Sementara ini cikal bakal bank sampah binaan Kantor Lingkungan Hidup tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya Kencong, Ambulu, Pakusari, dan Gebang.

Pengolahan sampah menjadi produk ramah lingkungan diarahkan kepada bank sampah yang ada di wilayah kota, karena sampah daur ulang terbanyak terdapat di wilayah kota. Pemanfaatan sampah dan limbah ini nantinya diharapkan merangsang kesadaran masyarakat untuk mengurangi pembuangan sampah dengan melakukan daur ulang. (Hana)

 

Dinsos Bagikan Sembako untuk Lansia dan Terlantar di Wilayah Jember Selatan

ILUSTRASI - KEMISKINAN

Jember Hari Ini – Dinas Sosial (Dinsos) berupayakan mengoptimalkan program pengentasan kemiskinan. Data Kementerian Sosial menyebutkan, ada sekitar 916 ribu warga tidak mampu di Kabupaten Jember. Data ini nantinya akan menjadi sasaran program pengentasan kemiskinan. Dengan adanya program tersebut, masyarakat miskin bisa mengakses semua bantuan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Bambang Rudy, menegaskan, pihaknya terus melakukan upaya agar semua bantuan dicairkan secara bertahap dan tepat sasaran. Hal ini sejalan dengan perintah Presiden RI terkait percepatan program pengentasan kemiskinan.

Salah satu realisasi program pengentasan kemiskinan adalah pembagian sembako untuk warga lanjut usia dan terlantar. Pembagian sembako ini dilakukan secara bertahap dimulai dari Jember wilayah Selatan. Setelah proses pendataan dan seleksi kelayakan yang dilakukan Dinas Sosial, terdata ada 100 orang lanjut usia dan terlantar yang berhak menerima  bantuan berupa sembako. (Hana)

 

Pengusaha Keluhkan Perbedaan Harga Satuan Pokok di SKPD

SISWONO-3

Jember Hari Ini – Sejumlah pengusaha jasa konstruksi mengeluhkan perbedaan harga satuan pokok kegiatan di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Jember.

Ketua Komisi C DPRD Jember, Siswono, menjelaskan, keluhan tersebut khususnya pada harga bangunan berlantai. Selama ini harga lantai dasar dengan lantai di atasnya dibuat sama. Padahal, lanjut Siswono, sesuai dengan pedoman harga satuan pokok yang dikeluarkan Dinas PU Cipta Karya, harga antara bangunan lantai dasar dengan lantai di atasnya berbeda. Seharusnya kata Siswono, seluruh SKPD mengacu terhadap dokumen dari Dinas PU Cipta Karya tersebut. Sebab, secara teknis, pembangunan antara lantai dasar dengan di atasnya berbeda dan biayanya juga berbeda.

Atas persoalan itulah, Siswono mengaku akan segera memanggil dinas terkait bersama asosiasi jasa konstruksi serta konsultan proyek di seluruh SKPD untuk menelusuri lebih jauh persoalan tersebut. Dikawatirkan jika harga satuan dibuat sama, akan berdampak terhadap kualitas proyek. (Win)

 

Sepanjang Tahun 2011-2015 MUI Jember Keluarkan 10 Fatwa

KETUA MUI JEMBER - HALIM-SUBAHAR

Jember Hari Ini – Selama periode 2011 hingga 2015, dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember telah mengeluarkan sedikitnya 10 keputusan sekaligus fatwa terkait sejumlah persoalan yang terjadi di Kabupaten Jember.

Ketua MUI Jember, Prof. Dr. Abdul Halim Subahar, di sela-sela musyawarah daerah Selasa siang menjelaskan, keputusan yang dikeluarkan MUI tersebut ada yang bersifat eksternal dan internal sebagai bahan evaluasi di internal pengurus.

Beberapa fatwa krusial yang dikeluarkan MUI diantaranya berkaitan dengan ajaran Qodriyatul Qosimiyah di Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan, fatwa mengenai paham Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah, serta fatwa mengenai konflik yang terjadi di Kecamatan Puger. Keputusan yang dikeluarkan MUI tersebut menurut Halim berdasarkan hasil kajian mendalam, sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan empiris.

Dari pantauan di lapangan, dalam musyawarah daerah MUI Kabupaten Jember, Abdul Halim Subahar terpilih kembali secara aklamasi. Halim Subahar akan melanjutkan tugasnya sebagai Ketua MUI Jember periode 2016-2021. (Win)

 

Pemkab Jember Instruksikan Percepatan Lelang Proyek

ILUSTRASI - PROYEK

Jember Hari Ini – Pemkab Jember awal Januari lalu mengeluarkan surat instruksi kepada seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)untuk segera mengajukan lelang proyek kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Pemkab Jember, Sigit Akbari, menegaskan, surat instruksi tersebut sudah dikeluarkan beberapa waktu lalu untuk menindaklanjuti program percepatan serapan anggaran. Sigit tidak ingin serapan anggaran di tahun 2016 sama dengan serapan anggaran di tahun 2015 lalu. Dimana realisasi proyek tahun lalu baru dilaksanakan menjelang tutup tahun yang mengakibatkan serapan anggaran rendah. Meski sudah hampir setegah bulan mengeluarkan surat instruksi, sejauh ini Sigit mengaku belum mengetahui secara detail, berapa SKPD yang telah mengusulkan proyeknya untuk dilakukan proses lelang kepada ULP.

Diberitakan sebelumnya, Penjabat Bupati Jember, Supaad, meminta seluruh Kepala SKPD mempercepat proses lelang proyek di masing- masing instansinya. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penyerapan anggaran agar tidak terjadi keterlambatan seperti tahun lalu . (Win)

 

Sejumlah Kepala Sekolah Angkat Bicara Terkait Pencairan PIP

KEPALA SMPN 6 JEMBER - ERWAN SALUS PRIJONO

Jember Hari Ini – Banyaknya keluhan dan tudingan penyalahgunaan Program Indonesia Pintar (PIP), membuat sejumlah kepala sekolah angkat bicara.

Menurut Kepala SMP Negeri 6 Jember, Erwan Salus Prijono, sekolah telah merealisasikan Program Indonesia Pintar sesuai prosedur yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dimulai dengan pengajuan Format Usulan Sekolah (FUS). SMP Negeri 6 Jember mengajukan 205 orang siswa yang dinilai sesuai juklak Program Indonesia Pintar. Namun justru sekolah kaget, karena pemerintah pusat memberikan alokasi anggaran jauh melebihi kuota yang diusulkan untuk 749 siswa, sebesar Rp 465.750.000,- .

Hal senada dipaparkan Kepala SMP Negeri 1 Jember, Sunaryono. Menurut Sunaryono, sekolah mengajukan usulan sekitar 390 orang siswa. Namun Kemendikbud justru memberikan kuota yang jauh lebih besar untuk 1.057 orang siswa. Persoalan format surat kuasa, pihak sekolah mengaku mendapatkan format surat kuasa dari bank. Kepala sekolah hanya menerima dan melakukan sesuai dengan arahan dari pihak perbankan.

Informasi yang dihimpun Prosalina, SMP 1  Jember menerima pencairan dana Program Indonesia Pintar sebesar Rp 660 juta. Mereka justru menyayangkan jika ada sekolah yang menyalahgunakan dana Program Indonesia Pintar, karena hal ini bisa mencederai citra sekolah negeri yang ada di Jember. (Fian)

 

DPRD Jember Dorong Dugaan Penyimpangan BSM Diproses Secara Hukum

KETUA DPRD JEMBER - THOIF-ZAMRONI

Jember Hari Ini – Pimpinan DPRD Jember mendorong dugaan penyimpangan penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Progam Indonesia Pintar (PIP) di proses secara hukum. Menurut Ketua DPRD Jember, Thoif Zamroni, jika benar kasus itu terjadi, maka persoalan tersebut sangat mencederai dunia pendidikan di Jember.

Kepada sejumlah wartawan Thoif menyebutkan, peruntukan dana BSM dan PIP sudah jelas, hanya boleh digunakan untuk kebutuhan belajar siswa, termasuk peralatan sekolah. Jika ternyata dana BSM dan PIP diperguakan untuk keperluan lain oleh pihak sekolah, jelas bertentangan dengan undang-undang dan harus diusut secara hukum. Oleh sebab itu, Komisi D DPRD Jember yang menerima laporan kasus dugaan pungutan liar dan penyimpangan dana BSM dan PIP, segera menindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku dalam komisi. Jika benar mengarah kepada terjadinya penyimpangan dan pungutan liar, akan diteruskan kepada aparat penegak hukum.

Senada dengan Thoif, pimpinan DPRD Jember lainnya, Ayub Junaidi, menyatakan dana BSM dan PIP adalah murni menjadi hak siswa. Seharusnya pihak sekolah tidak bisa melakukan pemotongan sepeserpun untuk kebutuhan lain diluar kebutuhan belajar siswa. Oleh sebab itu, Ayub berharap aparat penegak hukum utamanya kepolisian atau kejaksaan mengusut tuntas kasus dugaan penyimpangan dan pungutan dana BSM dan PIP tersebut.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang wali murid SMP negeri di Jember mengaku tidak pernah tahu cairnya dana BSM. Tiba-tiba ia menerima kuitansi pembayaran sumbangan sukarela dari sekolah yang menggunakan dana BSM. (Fath)

(1.387 views)