Komisi D Nilai Penyebaran Dokter di Puskesmas Tidak Proporsional

Jember Hari Ini – Komisi D DPRD Jember menilai penempatan dokter di masing-masing puskesmas tidak proporsional. Ada puskesmas kecil dengan jumlah dokter berlebih, di sisi lain ada juga puskesmas besar namun jumlah dokter yang ada sangat minim.

Ketua Komisi D DPRD Jember, Mohammad Hafidi, menjelaskan, dari hasil evaluasi Komisi D, sejumlah puskemas mengalami kekurangan dokter. Bahkan, seperti Puskemas Curah Nongko sama sekali tidak memiliki dokter gigi. Kondisi serupa juga dialami Puskesmas Sumbersari yang merupakan puskesmas besar, tetapi hanya memiliki satu orang dokter gigi. Padahal, wilayah Kecamatan Sumbersari cukup luas dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi.

Kondisi tersebut, lanjut Hafidi, berbanding terbalik dengan Puskemas Panti yang memiliki tiga orang dokter umum dan tiga orang dokter gigi. Padahal, luas wilayah dan jumlah penduduk Kecamatan Panti jauh lebih sedikit dibandingkan Sumbersari. Atas temuan tersebut, Komisi D akan memanggil Dinas Kesehatan untuk melakukan evaluasi bersama.

Sementara Humas Dinas Kesehatan Jember, Yumarlis, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, membenarkan ada beberapa puskesmas yang kekurangan tenaga dokter. Menurutnya, penempatan tenaga dokter merupakan kewenangan Badan Kepegawiaan Daerah (BKD). Meski demikian, kata Yumarlis, penempatan tenaga dokter baru tersebut sifatnya masih sementara. Setelah seluruh dokter baru tersebut menjadi PNS penuh, maka akan dilakukan penataan ulang penempatannya. (Winarno)

(583 views)