Audiotorial “Negeri Darurat”

Ada tanda-tanda perederan obat keras berbahaya (okerbaya) melebar dan merambah kawasan Jember bagian Utara. Tanda-tanda itu bisa dilihat dari penggerebekan oleh Satgas Narkoba Polres Jember belum lama berselang. Dalam operasi itu polisi menangkap terduga pengedar berinisial SH, serta mengamankan 4 ribuan pil Trex dan Dextro.

Begitulah, secara nasional pemerintah sudah menetapkan negeri ini dalam keadaan darurat narkoba. Namanya saja darurat. Orang, bisa diduga, akan segera menangkap maksudnya, yakni bahwa peredaran narkoba sudah sampai pada tahap yang amat sangat memprihatinkan. Secara statistik di negeri ini tercatat setiap hari 50 orang meninggal akibat narkoba. Darurat narkoba juga bisa dilihat dari peredarannya yang bahkan dikendalikan dari dalam lapas. Pelakunya juga orang yang sedang menjalani hukuman atau proses peradilan dalam perkara narkoba. Belum lagi, beberapa kali penggerebekan oleh BNN terhadap rumah-rumah yang dijadikan tempat memproduksi narkoba dan yang omsetnya mencapai miliaran rupiah. Pendek kata, dari sisi manapun peredarannya maupun sasaran atau korbannya yang menyentuh semua lapisan serta sebarannya yang merata ke berbagai daerah, membuat negeri ini dianggap dalam keadaan darurat narkoba.

Dalam situasi seperti itu, tidak banyak pilihannya kecuali pelibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah dan memerangi narkoba. Kalau tidak, korban yang berjatuhan sangat mungkin bertambah. Pekerjaan rumah juga bakal makin banyak. Sebab negeri ini, jika tidak ditangani sungguh-sunguh, yang mengarah pada kondisi darurat sepertinya bukan cuma narkoba. Tengok saja produk makanan beformalin atau berborax. Belakangan masyarakat malah dikejutkan dengan beredarnya beras plastik.

Persoalan berpotensi makin berlipat berkelindan dengan menengok fenomena sosial seperti maraknya prostitusi online, penelantaran anak, hingga persoalan yang baru saja menyeruak ke permukaan, yakni ijazah palsu yang kabarnya beberapa korbannya adalah pembesar. Sementara itu ada juga yang bilang dan menyuarakan negeri ini telah pula memasuki keadaan darurat korupsi.

Maka, sekali lagi, gerakan besar-besaran yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan disertai kesungguhan merupakan ikhtiar penting agar negeri ini terhindar dari darurat-darurat yang lainnya. Kesungguhan yang disertai kesadaran dan suana batin untuk bersedia mawas diri yang dulu biasa dilakukan masyarakat agar terhindar dari atau sekurang-kurangnya tidak terlalu lama mengalami apa yang disebut dengan pagebluk, pagebluk sosial, ekonomi dan politik.…

(Aga)

(506 views)