Kades Kalisat Bantah Telah Melakukan Perbuatan Korupsi

Kepala Desa Kalisat berinisial LH yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan aset desa, membantah melakukan korupsi.

Menurut kuasa hukum LM, Mohammad Nuril, dari pemeriksaan sebagai tersangka, kliennya menjelaskan hanya terjadi kesalahpahaman. Terkait penyelewengan pengelolaan dana Alokasi Dana Desa (ADD) 2013 dan 2014, dana tersebut sudah dilaksanakan dengan baik. Termasuk juga pengelolaan aset berupa mobil ambulan dan sepeda motor aset desa, yang dilaporkan warganya telah dijual. Namun faktanya, aset tersebut masih ada dan tidak pernah dijual. Mobil ambulan yang digunakan Polindes, saat ini masih berada di bengkel.

Nuril menilai pemeriksaan LH sebagai tersangka belum tuntas, karena masih akan dijadwal ulang untuk pemeriksaan lanjutan. Hingga Selasa siang, pihaknya belum mengetahui kapan kliennya dipanggil lagi oleh penyidik.

Sementara Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember, Mohammad Hambaliyanto, mengaku akan segera memanggil kembali tersangka untuk melanjutkan pemeriksaan. Ia menjelaskan, ada 4 kasus yang dituduhkan kepala LH, yakni pengelolaan ADD, pengelolaan aset desa, pengelolaan dana bagi hasil pasar desa, serta penyelewengan dana tunjangan atau honor RT RW. Dalam penyidikan, menurut Hambali, LH sudah mengakui adanya penyelewengan dana tersebut. LH dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi Nomor 31  Tahun 99, yang diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. (Hafit)

(506 views)