Mahasiswa Buruh Dan Disnakertrans Sepakat Melaporkan Kejahatan Ketenagakerjaan Kepada Kejaksaan Negeri Jember

Mahasiswa buruh serta dinas tenaga kerja dan transmigrasi jember sepakat membawa berbagai kasus kejahatan ketenagakerjaan ke kejaksaan negeri jember.
Kesepakatan itu diperoleh saat ratusan buruh dan mahasiswa melakukan aksi unjukrasa di kantor dinas tenaga kerja dan trasmigrasi jember kamis siang.
Koordinator unjukrasa dwi agus budiyanto mengatakan beberapa kasus kejahatan ketenagakerjaan tersebut diantaranya upah buruh tidak sesuai umk phk terhadap 3 aktifis buruh pdp serta meninggalnya seorang buruh tanpa adanya jaminan bpjs.
Menurut dwi sesuai rekomendasi gubernur jawa timur pdp kahyangan harus memberikan upah tahun 2015 sesuai umk tahun 2014, namun faktanya justru diberikan upah dibawah umk tahun lalu.
Yang mengenaskan lagi lanjut agus buruh yang sudah bekerja puluhan tahun yang seharusnya diangkat sebagai buruh tetap justru disuruh membuat kontrak kerja sebagai buruh baru.
Di tempat yang sama kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi jember ahmad hariyadi menyatakan ada beberapa kasus anatara buruh dan direksi yang akan segera dimediasi.
Tetapi juga ada beberapa kasus lain yang gagal di mediasi sehingga harus dibawa ke ranah hukum karena dinilai sebagai tindak pidana ketenagakerjaan.
Sementara kepala seksi pidana umum kejaksaan negeri jember budihartono mengaku siap menindaklanjuti setiap kasus yang dilaporkan terkait tindak pidana ketenagakerjaan tersebut, jika terkait kasus pidana khusus korupsi maka bisa langsung ke kejaksaan kepolisian atau komisi pemeberantasan korupsi kpk.
Ratusan mahasiswa dan buruh melakukan aksi unjukrasa di kantor direksi pdp kahyangan kemudian menuju kantor bpjs ketenagakerjaan kantor disnakertrans kantor bupati dprd dan kejaksaan negeri jember.
<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<< Fathul

(475 views)