Perluasan Lahan oleh Perusahaan Tembakau untuk Penelitian

Jember Hari Ini – Indonesian Tobbaco Assosiation (ITA,) sudah meminta seluruh anggotanya untuk meminta izin kepada Pemkab, jika ingin melakukan perluasan lahan.

Demikian disampaikan Ketua ITA, Kuncoro, Rabu siang. Menurut Kuncoro, memang dalam Perda perusahaan diperbolehkan menanam tembakau maksimal seluas 5 hektar. Masih terbuka peluang untuk menambah luasan dengan syarat mendapatkan izin dari Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Perkebunan.

Himbauan tersebut, sudah disampaikan kepada seluruh pengusaha yang tergabung dalam ITA. Sebab, menurut Kuncoro, perusahaan eksportir tembakau melakukan penanaman tidak hanya untuk dijual tetapi juga untuk kepentingan penelitian dan percobaan.

Luas tanam 5 hektar menurut Kuncoro tidak cukup jika dipergunakan untuk keperluan penelitian, sehingga mutlak harus dilakukan perluasan lahan dengan syarat mendapat izin dari Pemerintah Daerah. Sedangkan untuk kebutuhan pasar, sebenarnya pengusaha sudah melakukan sistem kemitraan dengan petani. Tetapi memang akhir-akhir ini kecenderungan pasar tembakau na-oGsh mengalami penurunan permintaan, akibat perubahan produksi cerutu besar yang sering disebut cigar, menjadi cerutu ukuran kecil atau cigarilos.

Sebelumnya, puluhan petani tembakau Naos menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Jember. Mereka menilai penurunan harga tembakau Naos akibat banyaknya eksportir yang melakukan penanaman sendiri dengan luas lahan diatas 5 haktar. Padahal, dalam Peraturan Daerah sudah jelas mengatur luas lahan tanam bagi pengusaha maksimal hanya 5 hektar. (Sigit)

(432 views)