Bank Indonesia Diminta Lakukan Penukaran Uang Receh di Terminal

Untuk menghindari pelanggaran tarif angkot, Dinas Perhubungan Jember berharap Bank Indonesia melakukan operasi tukar uang pecahan Rp 1.000 untuk para sopir angkot di Terminal Tawang Alun.

 

Diberitakan Prosalina FM sebelumnya, para sopir angkot sering menarik tarif melebihi ketentuan, dengan alasan tidak mempunyai persedian uang pecahan Rp 1.000 untuk pengembalian. Meski tarif yang seharusnya berlaku Rp 4. 000 untuk penumpang umum, dalam praktiknya penumpang sering dikenakan tarif Rp 5.000.

 

Menurut Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Jember, Siswanto, untuk mencegah terjadinya pelanggaran tarif angkot, ia meminta Bank Indonesia menggelar operasi tukar uang pecahan Rp 1.000 di terminal.

 

Sementara Humas Bank Indonesia perwakilan Jember, Gedhe Agus Kusuma, dalam penjelasan persnya, pihaknya justru menginginkan pembayaran tarif angkot menggunakan sistem non tunai. Dinas Perhubungan diharapkan bisa menyiapkan kartu khusus bagi penumpang, agar pengemudi angkot tidak bisa melakukan pelanggaran tarif lagi. Terkait operasi uang pecahan Rp 1.000 yang diminta Dishub, Bank Indonesia masih perlu mempertimbangkan lagi, perlu tidaknya dilakukan di terminal tersebut. (Fathul)

(362 views)