Kupas Album Terbaru Project Pop “Move On Lagi”

album-10-1-350x350

Project Pop Move on Lagi

 

Idealisme dalam kreatifitas ternyata bisa ‘dikawinkan’ dengan komersialisasi. Tanyalah pada Project Pop, grup musik asal Bandung, yang dikenal dengan lirik lagu pop jenaka.

 

Dua dekade menapaki karier di dunia entertainment Tanah Air, Project Pop telah mendokumentasikan karya lagu ke dalam sepuluh album. Dua judul album terakhir Move on (2013) dan Move on Lagi (2015) digarap gotong royong alias atas biaya sendiri. Gotong royong mengongkosi dan gotong royong secara kompak juga dalam membuat lagu dan lirik.

 

Album terbaru, Move on Lagi, diedarkan Yosi (Herman Josis Mokalu), Tika (Kartika Rachel Panggabean), Gugum (Gumilar Nurochman), Udjo (Djoni Permato) Oon (Mochamad Fachroni), dan Odie (Wahyu Rudi Astadi), pada lebih dari 400 gerai Kentucky Fried Chicken (KFC) di Tanah Air.

 

Suatu kerja sama luar biasa ketika band yang dikenal memiliki penggemar fanatik bisa dihadirkan di banyak resto ayam cepat saji legendaris ini.  KFC sejatinya tidak asing bagi Project Pop. Saat perayaan ultah ke-35 tahun PT Fast Food Indonesia Tbk, beberapa bulan lalu, Project Pop terlibat dalam panggung perayaannya.

 

Dengan dukungan KFC penuh, Yosi dan kawan-kawan berharap lagu-lagu di album ini bisa dinikmati lebih banyak lagi penggemar di seluruh pelosok Tanah Air.  Bukan hanya di Tanah Air, penggemar di negeri jiran, Malaysia, juga menjadi sasaran target band yang lahir dari sindikasi mahasiswa Universitas Padjadjaran dan Universitas Katholik Parahyangan, Bandung itu.

 

Tak heran, Project Pop mengimbuhkan tembang Antara Bandung dan Kuala Lumpur, ke dalam album Move on Lagi.  Inilah lagu yang dipopulerkan Tegar. Dengan irama pop bernuansa Melayu, lirik lagu itu diubah Project Pop menjadi lirik unik, jenaka dan segar.

 

Lagu jagoan di album ini adalah Mengapa Mengapa. Gugum menciptakan melodi lagu dengan aransemen dangdut campur sari-koplo.Situasi dunia entertainment di Tanah Air memang sedang menjadikan musik dangdut sebagai primadona. Cukup banyak acara kompetisi penyanyi dangdut dan panggung musik goyang asyik itu dihadirkan di layar kaca saat ini. Project Pop menanggap genre lagu Mengapa-mengapa ini malah bisa dibilang Indo EDM…..Electronic Dance Music a la Indonesia.

 

Namun, apapun, Project Pop tetap punya ‘legitimasi’ untuk mengibarkan musik pop bernuansa musik dangdut itu. Masih ingat kan, jargon ‘Dangdut is The Music of My Country’ adalah judul hit Project pop, lebih dari 10 tahun yang lalu?

 

Dalam penggarapan album kali ini, Project Pop dibantu Irwan Simandjuntak, arranger handal yang akrab disapa Opung. Sebagai produser eksekutif, Project Pop sejatinya sudah memainkan posisi sebagai pembaca selera pasar. Meski demikian, idealisme untuk selalu mengetengahkan musik easy listening dan lirik segar jenaka tetap dipertahankan Project Pop sebagai ciri khas, hingga album terbaru kali ini.

 

Sepuluh lagu lain yang terangkum dalam album ini adalah hit lama yang sebagian diaransemen ulang. Sebut saja Goyang Duyu, Ingatlah Hari Ini dan Sama-sama yang diciptakan Iszur Muchtar. Lagu lain, hit Gara-Gara Kahitna, Together Hamburger, Plis Plis Polisi, BDG 40, Beda Sama Kamu, dan Teman Tapi Ngarep (TTN).

 

(683 views)