Komisi D Pertanyakan Minimnya Dana Sharing Untuk Madrasah

Komisi D Dprd Jember menyoroti minimnya dana pendamping untuk madrasah, yang disediakan oleh dinas pendidikan jember. angka 90 juta dinilai tidak seimbang dengan besarnya dana dari pusat yang mencapai hampir 9 milyar rupiah.

Anggota Komisi D Dprd Jember Mufti Ali mempertanyakan, kenapa dinas pendidikan hanya mengalokasikan dana sharing sebesar 90 juta rupiah. padahal dana bantuan dari pusat dan propinsi mencapai 9 milyar rupiah.

Minimnya dana sharing yang disediakan oleh dinas pendidikan untuk madrasah ini menurut mufti ali, sangat bertolak belakang dengan anggaran untuk paud, smk dan smp negeri 7, yang hanya untuki pembuatan fasilitas basket saja diberikan 1 milyar rupiah. mufti ali menilai postur anggaran demikian sama sekali tidak berimbang.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jember Bambang Hariono ketika ditemui usai hearing bersama komisi d menjelaskan, hari ini juga dirinya akan menggelar rapat bersama jajarannya. yang jelas semua masukan dari dewan akan dipelajari, disandingkan dengan regulasi yang ada. sehingga dalam melakukan penganggaran dinas pendidikan tidak salah secara hukum.

Karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan pembahasan anggaran bersama dinas pendidikan, komisi d dprd jember memberikan waktu kepada dinas pendidikan untuk melakukan perbaikan r-k-a. hearing pembahasan anggaran dinas pendidikan akan dilanjutkan hari rabu depan.

(420 views)