ST 12 Menyanyikan Lagu Lama Milik Penyanyi Berpengaruh Era 80an, Sudirman “Salam terakhir”

image004Lagu “Salam Terakhir” pertama kali diperdengarkan kepada umum melalui album Sudirman berjudul Orang Kampung pada tahun 1986. Salah satu penyanyi nomor 1 Asia saat itu telah memilih ST12 untuk menyanyikan kembali lagunya. Selain ST12, Siti Nurhaliza juga pernah menyanyikan lagu ini pada Konser Salam Terakhir Siti Nurhaliza Untukmu Sudir pada tahun 2002. Menurut ST12, Salam Terakhir merupakan salah satu lagu paling dikenal di Malaysia. Lagu ini berkaitan dengan kasih sayang, semangat (motivasi) dan juga rasa kecintaan yang dikemas dalam kesatuan yang unik.

Musik Salam Terakhir diubah oleh Manan Ngah, seorang komposer dan musisi yang terkenal berasal dari Terengganu, Malaysia. Selain Salam Terakhir, ia juga mengubah beberapa lagu Sudirman lainyaseperti “Terasing”, “Pesta Dunia”, “Merisik Khabar”, dan “Di Dalam Sepi Itu”. Lirik Salam Terakhir juga ditulis oleh Habsah Hassan, seorang penulis lirik lagu berdarah campuran Melayu dan Cina yang berasal dari Singapura. Habsah Hassan dikenal setelah menulis lagu untuk Sudirman sejak lagu Teriring Doa pada 1976.

Ketika ditanya tentang pemilihan lagu Salam Terakhir untuk dinyanyikan kembali, Salam Terakhir dipilih sebagai simbol rasa simpati dan kasih sayang mereka kepada penduduk Malaysia atas dua tragedi yang melibatkan pesawat Malaysia Airlines baru -baru ini. “Kami tujukan lagu ini buat para keluarga korban pesawat MH370 yang hilang dan MH17 yang ditembak jatuh di Ukraine baru-baru ini. Salam damai dari kami warga Indonesia yang cinta akan perdamaian,” jelas Pepep ST12.

Personel ST12 kini terdiri dari Dimas sebagai vokalis utama, yang akan bersama dengan ST12 untuk album-album mendatang. Kemudian Pepep sebagai pemain drum dan gitar, serta Indra sebagai pemain bass masih tetap menjadi formasi utama bagi band ini. Untuk lagu Salam Terakhir, mereka masih menerapkan musik dan aransemen khas ST12, karena mereka mengaku bahwa lagu yang pertama kali dinyanyikan oleh Sudirman ini terlalu sulit untuk ditiru apalagi ditandingi. Album ini diterbitkan oleh perusahaan rekaman milik ST12 sendiri dan diedarkan secara ekslusif ke Brunei, Singapura dan Indonesia oleh Rumpun Records dan Universal Music.

(1.418 views)