Kejaksaan Belum Bisa Pastikan Akan Tahan Kadispendik

Sampai saat ini Kejaksaan Negeri Jember belum bisa memastikan akan melakukan penahanan atau tidak terhadap Kadispendik Ahmad Sudiono. Pada prinsipnya, jika ada itikad baik untuk mengembalikan dugaan kerugian Negara, penahanan akan dipertimbangkan.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Jember Sigit Prabowo menjelaskan, para tersangka kasus dugaan korupsi menititpkan pengembalian kerugian negara bukan berarti dipaksa untuk mengaku bersalah. Tetapi kejaksaan melihatnya sebagai bentuk pertanggung jawaban Kepala SKPD sebagai kuasa pengguna anggaran.

Sigit menjelaskan, tidak ada istilah di kejaksaan berupa uang jaminan untuk penangguhan penahanan. Yang ada hanyalah titipan uang kerugian negara yang disangkakan. Jika nanti dipengadilan diputus tidak bersalah, uang tersebut akan dikembalikan seluruhnya. Meski tersangka lain dalam kasus DAK dispendik sudah ditahan, bisa jadi kadispendik tidak ditahan. Jika memang ada pengembalian kerugian Negara, akan dikonsultasikan kepada pimpinan kejaksaan tinggi, apakah bisa ditangguhkan atau tidak. Karena kewenangan untuk penahanan atau penangguhan merupakan kebijakan level pimpinan kejaksaan.

Diberitakan sebelumnya, awal pekan lalu Kejaksaan Negeri Jember melakukan penahanan terhadap 9 dari 10 tersangka kasus dugaan korupsi DAK Dinas Pendidikan Jember. Penahanan dilakukan ketika dilakukan pelimpahan tahap kedua dari tim penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jember.

Ke sembilan tersangka ditahan karena dinilai tidak ada itikad baik untuk mengembalikan kerugian Negara, meski sudah jauh hari sebelumnya diingatkan oleh tim penyidik. Sementara tersangka terakhir Kepala Dinas Pendidikan Jember Ahmad Sudiono belum bisa dilakukan pelimpahan tahap kedua, karena sedang menunaikan ibadah haji.

 

(806 views)
Tag: