LSM Repdem Sesalkan Sikap Kadis Pengairan Yang Meremehkan Banjir Di Desa Sanenrejo

LSM Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) menyesalkan pernyataan Kepala Dinas Pengairan Rasyid Zakaria, yang menilai banjir dan abrasi di Desa Sanenrejo adalah hal biasa merupakan pernyataan yang sama sekali tidak bernurani

Aktivis LSM Repdem Sapto Raharjanto menjelaskan, sebelumnya Kepala Dinas Pengairan Rasyid Zakaria mengatakan bahwa banjir dan abrasi yang terjadi di dusun mandilis Desa Sanenrejo Kecamatan Tempurejo, merupakan hal biasa. Sapto berpendapat tidak seharusnya seorang kepala dinas memberikan pernyataan meremehkan dan menyakiti warga seperti itu.

Bagaimanapun yang namanya banjir dan abrasi, merupakan persoalan serius dan menyangkut keselamatan nyawa manusia. Sapto mendesak Pemkab Jember khususnya dinas pengairan, segera mengatasi banjir di Desa Sanenrejo yang saat ini mengancam sedikitnya 8 rumah dan 24 jiwa penduduk. Jika tidak bisa, Sapto meminta Pj Bupati mencopot Rasid Zakaria dari jabatannya sebagai kepala dinas pengairan.

Sementara Kepala Dinas Pengairan Jember Rasyid Zakaria ketika dikonfirmasi per telfon mengatakan, dalam pengertian pengairan yang disebut dengan banjir dibedakan menjadi dua jenis. Banjir dengan daya rusak tinggi dan banjir dengan daya rusak kecil atau yang biasa disebut genangan.

Yang terjadi di Sanen Rejo hanya merupakan genangan air yang tidak sampai mengakibatkan kerusakan. Dan lokasinya juga berada di dalam kebun. Tetapi jika ada masyarakat awam yang berpendapat berbeda silahkan saja. Tetapi secara tehnik pengairan, jika hanya genangan biasa terjadi bahkan didalam kota sekalipun sering terjadi genangan sesaat seperti itu.

Rasyid berharap jika ada elemen masyarakat yang benar-benar ingin membantu masyarakat, hendaknya dilakukan dengan benar. Pahami dulu persoalan sehingga tidak justru mengeluarkan statement yang justru menyesatkan bagi masyarakat.

(1,031 views)
Tags: