Jumadi Coba Lakukan Aksi Bakar Diri Di Ruang Komisi A

Jika aksi unjuk rasa kamis pekan lalu di warnai insiden lempar asbak, unjuk rasa senin siang di ruang Komisi A Dprd Jember kembali diwarnai insiden. Kali ini salah satu pengunjuk rasa mencoba melakukan aksi bakar diri dihadapan Ketua Komisi A Dprd Jember. Lagi-lagi polisi kecolongan dengan masuknya benda berbahaya dalam ruangan Komisi A.

Ketua Komisi A Dprd Jember Mohammad Jufreadi menyayangkan aksi yang dilakukan oleh Jumadi, salah satu pengunjuk rasa asal Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang tersebut. Menurut Jufreadi, dirinya bisa memahami kekecewaan yang dirasakan para pengunjuk rasa, karena beberapa kali tidak berhasil menemui Pimpinan DPRD Jember. Meski demikian lanjut Jufreadi, seharusnya penyampaian pendapat disampaikan dengan cara yang santun tidak dilakukan dengan cara membahayakan orang lain dan dirinya sendiri.

Jufreadi juga menyayangkan keteledoran Sekretarait DPRD Jember, Satpol PP dan Petugas Kepolisian. Seharusnya sebelum perwakilan pengunjuk rasa masuk ke gedung dewan, dilakukan sterilisasi terlebih dahulu, sehingga benda-benda berbahaya tidak bisa masuk.

Kedepan Jufreadi berharap, Sekretariat DPRD Jember meminta bantuan kepada satpol pp dan pihak kepolisian, untuk melakukan pemeriksaan sebelum perwakilan pengunjuk rasa masuk ke gedung dewan. Meski demikian Jufreadi menilai perbuatan jumadi hanya merupakan tindakan heroisme yang dilakukan untuk menarik perhatian. jufreadi mengaku belum sampai berpikir untuk melaporkan perbuatan jumadi kepada pihak kepolisian.

Sementara Kasat Reskrim Polres Jember AKP Kusworo Wibowo yang kebetulan juga sedang berada dilokasi kejadian mengatakan, terlalu dini bagi dirinya untuk menyimpulkan perbuatan Jumadi masuk kategori perbuatan pidana atau bukan. Sebab ada beberapa unsur yang harus terpenuhi ketika akan disimpulkan perbuatan tersebut melanggar pidana.

Pihaknya akan mengkaji lebih jauh apkah perbuatan yang dilakukan pengunjuk rasa tersebut merebut hak orang lain atau tidak, merusak fasilitas umum atau tidak dan beberapa pertimbangan lainnya. Sayangnya Kusworo enggan berkomentar ketika ditanya apakah perbuatan pengunjuk rasa tersebut membahayakan orang lain atau tidak, padahal didalam ruangan tersebut berjubel banyak orang.

Sesaat ketika Jumadi menyiramkan bensin dalam botol aqua ke tubuhnya, beberapa orang anggota polisi dan satpol pp yang kebetulan berada dibelakang Jumadi, langsung menariknya keluar dan mengamankannya. Informasi yang berhasil dihimpiun kiss fm, setelah dibawa kerumah sakit, Jumadi langsung diamankan di Mapolres Jember untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sebelumnya, Jumadi juga pernah melakukan aksi nyleneh lainnya. Saat pemilu legislatif lalu, jumadi pernah melakukan demo tunggal di kantor Kpud Jember. Bahkan saat melakukan aksi unjuk rasa di halaman Pengadilan Negeri Jember, jumadi pernah mengancam akan melempar kantor pengadilan dengan botol berisi bensin. Untungnya aksi tersebut berhasil digagalkan aparat keamanan.

(765 views)
Tag: