Ratusan Pendukung Jalal Desak Pimpinan Dprd Jember Bertanggung Jawab Atas Kesepakatannya Bersama Gubernur Menunjuk Pj

Ratusan pendukung Bupati Non Aktif MZA Djalal yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Jember, Kamis siang kembali mendatangi DPRD Jember. Mereka menuntut Pimpinan DPRD Jember mempertanggungjawabkan kesepakatannya bersama gubernur, untuk mengusulkan pj bupati yang mereka nilai cacat hokum.

Korlap Aksi Yudi Suseno mengatakan, kedatangan aliansi Masyarakat Jember ke DPRD Jember, merupakan akumulasi karena selama ini aspirasi yang mereka sampaikan tidak pernah ditindaklanjuti. Sehingga untuk saat ini mereka hanya mau bertemu dengan keempat pimpinan tidak dengan anggota lainnya.

Yudi berpendapat, SK pengangkatan Pj bupati jelas-jelas tidak berdasar. Undang-undang memang mengijinkan pengangkatan pj bupati, jika bupati definitif ditetapkan sebagai terdakwa. Tetapi persoalannya, jalal diputus bebas murni tanggal 2 desember, sementara pengusulan pj bupati dilayangkan tanggal 4 desember. Padahal saat itu jaksa penuntut umum belum melayangkan memori kasasi. Sehingga ketika Pj bupati  diusulkan status jalal bukan lagi terdakwa.

Namun keinginan para pengunjuk rasa tidak bisa dilakukan, karena keempat Pimpinan DPRD Jember sedang berada di Surabaya. Namun Pimpinan DPRD Jember mendisposisikan kepada Komisi A untuk menemui. Wakil Ketua Komisi A DPRD Jember Evi Lestari menyampaikan bahwa dirinya akan menerima aspirasi masyarakat, untuk kemudian disampaikan kepada keempat pimpinan.

Namun para pengunjuk rasa tidak bisa menerima penjelasan dari Evi Lestari yang mengatakan bahwa pimpinan sedang tidak berada ditempat. Mereka memaksa Sekretaris DPRD Jember dihadirkan untuk membawa bukti bahwa memang Pimpinan DPRD Jember sedang melakukan perjalanan dinas ke luar kota.

Sekretaris DPRD Jember Bambang Hariono menjelaskan, Pimpinan DPRD Jember memang mendisposisikan kepada Komisi A untuk menemui Aliansi Masyarakat Jember. Karena sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Jember Miftahul Ulum memberitahukan kepadanya, bahwa kamis pagi ada acara partai di Surabaya. Sebab selain sebagai Wakil Ketua DPRD Jember, Ulum juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Jember.

Penjelasan dari Sekretaris DPRD Jember inipun nampaknya masih belum cukup memuaskan para pengunjuk rasa. Sempat terjadi bersitegang di dalam ruangan Komisi A dprd jember. Gelas aqua dan asbak sempat melayang ke arah anggota dewan, bahkan pihak kepolisian berniat menghentikan pertemuan tersebut. Tetapi setelah massa berhasil ditenangkan dialog dilanjutkan kembali.

Akhirnya diperoleh kesepakatan, Komisi A Dan Sekretariat DPRD Jember akan mengkomunikasikan kepada keempat Pimpinan Dprd Jember, untuk menemui perwakilan pengunjuk rasa pada hari senin mendatang. Atas jawaban ini kekecewaan pengunjuk rasa sedikit terobati. Mereka akan datang kembali hari senin pekan depan untuk bertemu dengan Pimpinan DPRD Jember.

(933 views)
Tag: