Oknum Anggota Dewan Diisukan Peras Djalal Untuk Laksanakan Pelantikan

Pasca pelantikan bupati dan wakil bupati Jember terpilih MZA Djalal – Kusen Andalas, muncul isu di masyarakat yang menyebutkan bahwa oknum anggota DPRD Jember sebelumnya melakukan upaya pemerasan terhadap Djalal untuk pelaksanaan pelantikan.

Wakil ketua DPRD Jember Miftahul Ulum dengan tegas membantah tudingan ini. Menurut Ulum tidak mungkin seorang bupati mau diperas oleh siapapun, termasuk anggota dewan. Ulum menduga kabar burung ini sengaja di gulirkan sebagai upaya untuk pengalihan isu saja.

Menurut ulum jika memang anggota dewan sudah menerima sejumlah uang dari Jalal, tidak mungkin rapat banmus berjalan a lot. Tetapi nyatanya dalam rapat banmus sampai harus dilakukan voting. Bahkan Fraksi Kebangkitan Bangsa menolak hadir dalam sidang paripurna pelantikan karena menilai mekanisme tidak dilalui dengan benar. Justru menurut Ulum yang perlu dipertanyakan sejumlah anggota dewan yang sebelumnya getol meminta pelantikan ditunda ternyata hadir dalam sidang paripurna.

Kalaupun pimpinan dewan datang ke rumah bupati hanya untuk koordinasi persoalan-persoalan formal. Ulum mengakui hari Jumat lalu 4 orang pimpinan ke rumah Jalal untuk bersilaturahmi. Sebenarnya habis lebaran lalu pimpinan sudah menyampaikan akan bersilaturahmi, namun kebetulan Jalal baru bisa ada waktu hari Jumat lalu.

Diberitakan sebelumnya, jadwal pelantikan bupati dan wakil bupati Jember terpilih sempat menjadi perdebatan di DPRD Jember. Pasalnya mayoritas anggota dewan terutama Fraksi Kebangkitan Bangsa, PKS dan Demokrat merasa dilecehkan oleh sekretariat dewan, yang telah menyebar undangan pelantikan. Padahal banmus yang mengagendakan jadwal pelantikan belum dilaksanakan.

Persoalan ini semakin memanas dalam rapat banmus yang akhirnya keputusan harus dilakukan dengan cara voting. Dengan hasil 12-10 banmus akhirnya memutuskan pelantikan bupati terpilih tetap dilakukan hari Sabtu 25 September lalu. Dalam pelantikan tersebut hanya 6 orang anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa yang tidak hadir. Sementara Fraksi Demokrat dan PKS yang sebelumnya getol meminta pelantikan ditunda/ seluruhnya hadir dalam paripurna.

(893 views)
Tags: