Pelantikan Bupati Jember Terpilih Dipastikan Diundur

Pelantikan bupati Jember terpilih periode 2010-2015 dipastikan tidak bisa dilakukan bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan bupati Jember 11 Agustus 2010 besok. Jika sampai tanggal 11 Agustus 2010 jam 24.00 Mendagri melalui gubernur belum menunjuk pejabat sementara bupati Jember, jabatan bupati sementara akan dipegang oleh sekretaris kabupaten. Demikian disampaikan ketua pansus pemilu kada yang juga ketua DPRD Jember Saptono Yusuf usai konsultasi ke gubernur Jawa Timur Selasa siang.

Menurut Saptono, di kantor gubernur anggota pansus pemilu kada DPRD Jember ditemui kepala biro pemerintahan propinsi Jawa Timur. Kepala biro pemerintahan mengatakan pelantikan bupati Jember terpilih tidak mungkin bisa dilakukan tanggal 11 Agustus. Sebab biasanya paling lambat sehari sebelum pelantikan bupati, surat keputusan mendagri untuk pelantikan sudah berada di meja gubernur. Namun sampai saat ini belum ada surat dari mendagri, karena mendagri sendiri masih menunggu putusan MK atas gugatan hasil pemilu kada Jember.

Sesuai undang-undang 32 tahun 2004 pasal 35 ayat 4, jika sampai berakhirnya masa jabatan bupati/walikota gubernur belum menunjuk pejabat sementara, maka jabatan bupati otomatis dipegang oleh sekkab atas nama gubernur. Persoalan penunjukan PJ bupati Jember ini menurut Saptono masih akan dikomunikasikan kepada gubernur oleh biro pemerintahan dan DPRD hanya diminta untuk menunggu.

Diberitakan sebelumnya, sesuai hasil perhitungan suara KPU kabupaten Jember, pasangan calon nomor urut 4 MZA Djalal-Kusen Andalas terpilih kembali untuk kedua kalinya sebagai bupati dan wakil bupati Jember periode 2010-2015. Tetapi ketiga pasangan calon yang kalah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terhadap hasil pemilu kada kabupaten Jember ini, dengan beberapa alas an. Diantaranya dugaan terjadinya kecurangan, netralitas PNS dan money politik.

(1.489 views)
Tag: