Sudah Maksimalkah Proses Sosialisasi Pelaksanaan Pemilu Kada?

Sejak beberarapa waktu lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember, telah menggelar proses sosialisasi. Bentuk sosialisasinya pun sangat beragam, dan melibatkan sejumlah elemen, seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi kemahasiswaan dan lain sebagainya. Selain mengadakan sosialisasi dengan menggandeng elemen masyarakat, kpu juga membuat spanduk, yang di pasang di sudut-sudut kota maupun pedesaan. Hanya saja yang menjadi persoalan, terkait sosialisasi lewat spanduk, ada sorotan dari pansus pemilu kada. Terkait persoalan tersebut, seperti apa sorotan tajam dari pansus terkait proses sosialisasi? Kemudian, apakah memang proses sosialisasi dari kpu kurang maksimal? Lalu, bagaimana kpu menyikapi persoalan ini?

Jika tidak ada halangan, pansus pemilu kada akan mengundang semua elemen, yang berkaitan dengan pelaksanaan pemilu kada, baik itu kpu, panwaslu, pemantau independen dan bakesbang, pada kamis besok.

Menurut Salah Satu Anggota Pansus Pemilu Kada Jember, Ayub Junaidi, pansus sengaja akan mengundang elemen pelaksana pemilu, untuk mengevaluasi sejauh mana persiapan pemilu kada.

Tidak hanya itu lanjut Ayub, pansus juga akan mengevaluasi beberapa pelanggaran yang muncul, seperti dugaan adanya ketidaknetralan pns dan black campaign. Agar nantinya, kedepan semua persoalan bisa ditindaklanjuti oleh panwaslu kada.

Ayub menambahkan, selain persoalan dugaan pelanggaran, pansus juga akan mengevaluasi pelaksanaan sosialisasi yang digelar oleh kpu. Sebab, ada beberapa alat peraga sosialisasi, seperti spanduk, masih kurang maksimal.

Ayub berpendapat, memang spanduk sosialisasi yang dibuat oleh kpu, sudah mengandung ajakan untuk menggunakan hak pilih pada tanggal 7 juli mendatang. Hanya saja, Politisi PKB itu memandang, seharusnya kpu juga mensosialisasikan siapa saja calon yang akan bertarung pada pelaksanaan pemilu kada mendatang.

Ayub mengaku, saat ini tidak semua masyarakat paham, siapa saja calon bupati akan bertarung pada pemilu kada mendatang. Hal ini diperparah, dengan masih maraknya spanduk calon bupati, yang sudah dinyatakan tidak lolos oleh kpu.

Untuk itulah lanjut Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa itu, atas beberapa persoalan diatas, pansus akan memanggil semua elemen, untuk membicarakan dan mengevaluasi pelaksanaan pemilu kada.

Menanggapi penilaian tersebut, Ketua Kpu Kabupaten Jember, Ketty Tri Setyorini mengaku, sebenarnya kpu sudah membuat spanduk sosialisasi, yang didalamnya terdapat gambar dan nomer urut calon bupati. Untuk jumlahnya kpu sudah mencetak sebanyak 600 buah.

Hanya saja lanjut Ketty, pemasangannya secara bertahap, saat ini kpu memang sengaja memasang spanduk tanpa ada gambar dan nomer urut pasangan calon. Namun dalam waktu dekat, kpu akan segera memasangnya.

Ketty menambahkan, kpu juga membuat spanduk sesuai dengan kondisi masyarakat. Misalkan dengan membuat spanduk dengan bahasa madura, jawa dan bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan, untuk memudahkan masyarakat memahami ajakan dari kpu, untuk menyalurkan hak pilihnya pada tanggal 7 juli mendatang.

Ketty berharap, meski sosialisasi merupakan tanggung jawab kpu, namun, sejatinya persoalan tersebut tidak hanya dibebankan kepada kpu saja. Partai politik, pasangan calon, maupun tim sukses, juga melakukan hal yang sama. Agar pelaksanaan pemilu kada bisa berjalan dengan sukses dan tingkat partisipasi masyarakat semakin tinggi.

(1.264 views)
Tag: