Terlalu Banyak Mengandung Residu, Amerika Tolak Tembakau Jember

Akibat penggunaan obat pembasmi hama berlebihan beberapa negara di Amerika dan Eropa menjatuhkan sangsi kepada eksportir tmbakau Jember. Pembeli di eropa menilai tembakau asal Tempurejo khususnya terlalu banyak mengandung residu pestisida.

Ketua Indonesia  Tobaco Eksportir Jember Kuncoro mengatakan, dirinya beberapa hari lalu menerima surat dari konsumen di Amerika, yang isinya tidak bersedia lagi membeli tembakau asal Tempurejo. Sebab pemerintah Amerika saat ini sedang gencar berkampanye mengurangi kadar nikotin, sementara tembakau asal Jember justru banyak mengandung residu.

Akibatnya dari rata-rata ekspor tembakau Jember selama lima tahun terakhir 100 ribu ton lebih per tahun, saat ini hanya 60 ribu ton pertahun. Memang masih ada tembakau Jember yang diterima oleh konsumen, tetapi harganya sangat jauh dari standar. Jika biasanya tembakau kelas baik bisa terjual 30 dolar Amerika perkilo, saat ini hanya terjual 3 dolar perkilo.

Penurunan harga tembakau yang sangat signifikan tersebut kemudian menyebabkan muncul keengganan dikalangan petani untuk menanam tembakau. Padahal turunnya harga tembakau justru disebabkan oleh prilaku petani sendiri yang dinilai tidak bisa menyediakan tembakau kualitas baik.

Setelah melaporkan hal ini kepada bupati, diperoleh jalan keluar mengadakan MoU antara petani dengan eksportir dan komisi urusan tembakau Jember. Dimana eksportir berkewajiban menampung hasil panen petani apabila elah memenuhi persyaratan, dan KUTJ memberikan pendampingan agar petani bisa melakukan pola tanam yang benar. Sebab ketika petani nantinya mampu menyediakan tembakau organik atau mengandung sedikit residu, maka konsumen di Amerika bersedia membeli tembakau dari Jember lagi.

(1,227 views)
Tags: