DPRD Nilai Tewasnya Armond Maulana Akibat Tidak S-O-P Yang Jelas Untuk Menangani Korban Krisis Personal

Komisi D DPRD Jember berencana panggil instansi terkait atas peristiwa tewasnya Armond Maulana yang terjatuh dari atas bilboard setinggi 20 meter yang terletak di Raya Sultan Agung Rabu lalu. Sebab DPRD melihat ada indikasi tewasnya Armond karena kurang sigapnya petugas dilapangan.

Anggota komisi D DPRD Jember Syahroni atau Haji Ayong menilai tewasnya Armond lebih disebabkan karena petugas penyelamat kurang tanggap. Memang penyebab jatuhnya korban masih belum jelas, antara bunuh diri atau tidak sengaja terjatuh. Terlepas dari polemik penyebab jatuhnya korban, ada waktu sekitar 3 jam sebelum korban terjatuh. Dan waktu selama itu menurut Ayong, lebih dari cukup untuk menyiapkan matras atau sekedar terpal untuk menahan jatuhnya korban.

Tapi nyatanya saksi di lapangan mengatakan bahwa upaya yang dilakukan hanya menghimbau korban untuk turun dengan menggunakan pengeras suara, yang dilakukan aparat kepolisian. Kalau memang ada indikasi korban dalam kondisi stress, waktu 3 jam sangat cukup untuk mendatangkan psikiater.

Peristiwa ini menurut Ayong menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak. Seharusnya pemkab maupun institusi polri memiliki standart operational prosedure ketika menghadapi orang dalam kondisi krisis personal seperti yang dialami Armond. Karena itu dalam waktu dekat komisi D akan memanggil semua pihak terkait, bahkan jika perlu harus ada perda mengenai standart prosedur penanganan korban yang mengalami krisis persoanal semacam ini.

Sebelumnya, Rabu 7 April lalu sekitar 3 jam Armond Maulana bertahan di atas bilboard jalan Sultan Agung, tepatnya diatas toko elektronik Nasional. Kejadian ini sempat menyita perhatian warga sekitar dan juga pengguna jalan. Bahkan aparat kepolisian juga hadir untuk merayu korban agar bersedia turun. Tetapi setelah bertahan selama 3 jam, korban akhirnya jatuh dengan posisi kepala dibawah, sehingga korban tewas dengan kondisi kepala sebelah kiri pecah.

(1.108 views)
Tag: