Menguji Keseriusan Parpol Pengusung Calon Bupati

Meski pelaksanaan Pemilu Kada Jember masih jauh, namun suhu politik di Kabupaten Jember sudah mulai memanas. Ini bisa dilihat beberapa waktu lalu, Calon Bupati sudah mulai mendeklarasikan pencalonannya. Seperti yang dilakukan pasangan incumbent, kemudian, pengenalan bakal calon bupati Guntur Ariyadi oleh PKB kepada Pengurus Anak Cabang. Terkait persoalan tersebut, sejauh mana keseriusan parpol mengusung calon bupati? Kemudian, bagaimana pula strategi pemenangan partai politik?

Meski foto bakal calon bupati sudah bertebaran di sudut-sudut kota, namun hingga hari, masih ada dua pasangan calon bupati dan wakil bupati yang muncul. Yakni pasangan incumbent, MZA Djalal-Kusen Andalas, serta pasangan baru, Guntur Ariyadi-Abdullah Syamsul Arifin.

Ketua DPC Partai Demokrat Jember, Saptono Yusuf, menjelaskan, sejauh ini dirinya belum mengetahui rekomendasi resmi dari DPP PKB. Sehingga, Demokrat belum melakukan komunikasi secara resmi dengan PKB. Meski demikian, Saptono mengaku sudah pernah bertemu dengan beberapa elit PKB, namun bukan secara kelembagaan.

Seharusnya lanjut Saptono, jika memang PKB dan Demokrat ada sinyal untuk satu suara pada pemilu kada mendatang, semestinya, kandidat yang akan diusung harus berperan aktif, untuk mengkomunikasikan terhadap partai pengusung.  selama kata saptono, PKB dan Demokrat terkesan sama-sama menunggu untuk melakukan konsolidasi, khususnya membentuk tim pemenangan.

Ketika ditanya, bukankah dengan cara seperti itu justru menimbulkan kesan, partai politik hanya bersikap pasif dan setengah hati memperjuangkan calonnya, Saptono langsung membantahnya.

Menurut Ketua DPRD Jember itu, tanpa diperintahpun, partai politik sudah pasti mengkomunikasikan kepada seluruh konstituennya, untuk memenangkan calon bupati yang akan diusung. Jadi kata Saptono, sudah menjadi keharusan bagi calon untuk bersikap pro aktif, terutama mengkomunikasikan kepada partai pengusung.

Sementara Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan, Lukman Winarno mengatakan, sudah menjadi keharusan bagi partai politik pengusung calon bupati, untuk bersikap pro aktif melakukan konsolidasi, baik di internal partai maupun dengan partai koalisi.

Lukman berpendapat, jika konsolidasi tidak dilakukan secara serius, jelas akan berpengaruh terhadap soliditas partai. Kemudian yang tak kalah penting, tidak hanya partai politik saja yang bersikap aktif, namun calon juga harus bersikap aktif.

Di tempat terpisah, Ketua DPC PKB Jember, Miftahul Ulum mengatakan, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah mensosialisasikan calon bupati yang akan diusung, kepada jajaran pengurus PAC.

Terkait pertemuan secara formal dengan democrat, Ulum mengaku, pihaknya baru bertemu secara formal dengan democrat, pada saat sosialisasi kemarin. Untuk itulah kata Ulum, dalam waktu dekat, PKB dan Demokrat akan mengintensifkan pertemuan guna membicarakan formula koalisi untuk pemenangan Guntur- Gus Aab.

Salah satu calon bupati, Guntur Ariyadi menjelaskan, dirinya beserta tim, sudah mengintensifkan komunikasi dengan beberapa partai politik. Dijelaskan, disamping PKB, Demokrat, PPD Dan Barnas yang sudah dipastikan mendukungnya, Guntur mengaku, sudah melakukan pendekatan dengan PKS dan beberapa partai non parlemen. Guntur juga optimis, dalam jangka waktu tiga bulan kedepan, akan lebih banyak masyarakat, yang berbersimpati kepadanya.

(1,020 views)
Tags: