Minat Menjadi TKI Masih Lebih Tinggi Dibanding Transmigrasi

Minat masyarakat Jember mengikuti progam transmigrasi ternyata lebih rendah dibanding minat untuk bekerja sebagai TKI di luar negeri. Padahal progam transmigrasi merupakan salah satu jawaban untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi Mohammad Tamrin menerangkan, sejauh ini ringgit masih memiliki daya tarik yang luar biasa bagi masyarakat Jember. Padahal transmigrasi lebih menjanjikan. Buktinya sudah ada 75 kepala keluarga yang beberapa waktu lalu menjadi korban banjir bandang Panti, saat ini sukses setelah mengikuti transmigrasi ke Aceh//

Dalam progam transmigrasi tersebut pemerintah memberikan lahan seluas 2 hektar untuk masing-masing KK, yang bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Tapi sayangnya meski dengan kualitas pendidikan yang kurang memadai, masyarakat lebih memilih bekerja sebagai TKI khususnya di sektor non formal.

Selain transmigrasi, pengembangan sektor riil juga diprediksi mampu mengurangi angka pengangguran di Jember. Karena itu Thamrin sangat mendukung jika dinas pendidikan lebih banyak lagi membuat sekolah kejuruan di tiap kecamatan, sesuai dengan potensi yang ada. Sehingga lulusan SMK tersebut tidak perlu berpikir akan berangkat ke luar negeri, cukup dengan mengembangkan potensi di sekitar tempat tinggalnya.

Jika melihat data pengangguran yang berdampak terhadap tingginya angka kemiskinan di Jember, Tamrin yakin ada yang salah dengan indikator yang dipakai untuk menghitung. Sebab perhitungannya, 1 persen pertumbuhan ekonomi akan mampu menyerap 40 ribu tenaga kerja.  Pertumbuhan ekonomi di Jember mencapai 6 persen. Artinya jika sesuai perhitungan ada 60 ribu pengangguran yang bisa tertampung. Padahal angka pengangguran di jember hanya 4 persen atau sekitar 40 sampai 50 ribu orang.

(839 views)
Tags: