Kesejahteraaan Jukir

Nasib Juru Parkir Di Jember ternyata cukup mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, gaji yang mereka terima ternyata masih jauh dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember yakni sekitar 770 Ribu Rupiah. Jika dibandingkan dengan kinerjanya, tentu gaji mereka masih jauh dari harapan. Jika memang demikian persoalannya, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah mungkinkah gaji jukir pada tahun 2010 akan semakin meningkat? Kemudian, bagaimana sikap anggota dewan terkait persoalan ini?

Juru parkir merupakan ujung tombak Dinas Perhubungan dalam hal penataan Parkir Di Jember, sebab mereka adalah pasukan dishub yang ada lapisan paling bawah. Anggota Komisi C DPRD Jember, Ayub Junaidi, menilai gaji juru parkir yang hanya 150 sampai 300 ribu sangat tidak manusiawi, sebab dibandingkan dengan kerja mereka, gaji tersebut sangat tidak layak untuk diberikan.

Apalagi lanjut Ayub, harga kebutuhan hidup saat ini sangat mahal. Belum lagi mereka harus lebih membutuhkan biaya untuk pendidikan anak-anaknya. Jadi bisa dibayangkan kata dia, nasib jukir ternyata sangat mengkhawatirkan.

Ayub menambahkan, pihaknya merasa kawatir terkait nasib jukir ini. Untuk itulah, pihaknya mendorong dishub untuk segera membuat anggaran baru, terkait gaji jukir. Bahkan kalau perlu, DPRD Jember akan merekomendasikan gaji jukir setara dengan UMK Jember.

Kemudian kata Ayub, Dishub juga jangan heran jika banyak jukir yang masih belum bekerja secara professional, sebab ternyata kesejahteraan mereka juga belum terjamin. Untuk itulah menurutnya, kedepan dishub harus lebih memperhatikan kesejahteraan jukir.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Jember, Sunarsono menjelaskan, gaji juru parkir tergantung masa kerja mereka. Sebelum proses PAK, per bulan jukir yang berkerja antara 0-5 tahun gajinya 150 ribu, kemudian 6-10 tahun 175 ribu, lalu 11-15 tahun 200 ribu dan 15 tahun keatas 225 ribu.

Sunarsono menambahkan, sebelum adanya parkir berlangganan, gaji mereka 20 persen dari pendapatan setiap hari. Dijelaskan, dibandingkan dengan dulu, sebenarnya kesejahteraan jukir lebih terjamin, sebab per bulan mereka sudah mendapatkan gaji pasti.

Lebih jauh Sunarsono menjelaskan, pihaknya sudah mengistrusikan jukir agar bekerja secara professional. Maksudnya, mereka tidak boleh meminta dari pengendara roda dua dan roda empat. Hanya saja, jika pengendara motor memberikan uang parker, maka dishub masih memberikan toleransi, asalkan jukir tidak meminta kepada pengendara.

Terkait desakan kenaikan gaji, menurutnya, Dishub masih akan membahasnya dalam R-APBD 2010, besar kemungkinan gaji jukir akan naik, hanya saja berapa besarannya, Sunarsono belum bisa memastikan.

Salah satu jukir yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dengan adanya sistem parkir berlangganan, gaji yang ia terima sudah bisa dipastikan, berbeda dengan sebelumnya yang hanya dihitung berdasarkan pendapatan tiap hari.

Menurut jukir ini, sebenarnya gaji yang ia terima saat ini, masih jauh dari harapan. Namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk itulah, kedepan dirinya berharap agar gaji jukir dinaikkan, sebab semua harga kebutuhan saat ini sudah naik.

(955 views)
Tag: