Mempertanyakan Kesejahteraan Pejuag Kemerdekaan

Dua hari lalu tepatnya tanggal 17 Agustus, seluruh masyarakat dibelahan nusantara ini, memperingati hari kemerdekaan negeri ke 64. Kemerdekaan yang diraih bangsa ini, tentu tidak terlepas dari jasa para pejuang, yang telah rela mengorbankan tenaga dan fikirannya untuk merebut tanah air dari genggaman penjajah. Nah yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana nasib para pejuang di Kota Jember? Lalu, bagaimana pula perhatian pemerinah daerah terhadap para veteran? Kemudian bagaimana pula komentar pejuang di moment kemerdekaan yang ke 64?

Saksi sejarah kemerdekaan negeri ini yang tergabung dalam organisasi veteran dan angkatan 45, jumlahnya hanya tinggal 300 orang. Demikian ungkapan Ketua II angkatan 45, joko pramodita. Menurutnya, awalnya jumlah total veteran dan angkatan 45 jember mencapai 600 orang. Hanya saja seiring dengan bertambahnya waktu, banyak pejuanga yang meninggal.

Joko berharap, pada moment hari kemerdekaan ke 64, pola pikir generasi bangsa ini berubah. Sebab kata dia, jika dibandingkan dengan zaman dulu, pola pikir generasi bangsa saat ini sangat jauh berbeda. Dijelaskan, dulu semasa dirinya masih muda semua generasi penerus bangsa ini dipersenjatai dan turun ke medan pertempuran, untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah direbut. Tidak ada satupun harapan untuk dibayar, semua dikerjakan dengan ikhlas.

Ketika disinggung mengenai kesejahteraan dan perhatian dari pemerintah, menurut Joko, sejauh ini perhatian dari pemerintah sudah cukup baik, tergantung kata dia, berapa lama dia berjuang membela negeri ini.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jember, Sujatmiko mengatakan, Pemkab Jember melalui APBD sudah menganggarkan untuk kesejahteraan veteran dan angkatan 45. Hanya saja kata dia, bantuan tersebut bentuknya operasional yang diberikan kepada kelembagaan.

Meski demikian lanjut Sujatmiko, bantuan tersebut tidak diberikan setiap tahun, sebab berdasarkan aturan yang ada, setia tahun bantuan dalam bentuk yang sama, tidak boleh diberikan kepada satu lembaga. Mengenai berapa besaran bantuan operasional tersebut, menurut sujatmiko, per lembaga mendapatkan 10 sampai 20 juta rupiah.

Tidak hanya itu, pemkab tahun lalu juga memberikan bantuan kepada veteran berupa griya pepeling. Maksudnya, pemkab membangunkan rumah untuk veteran, tetapi tanahnya milik veteran.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Pemkab Jember, Widi Prasetyo menjelaskan, mengenai program kesejahteraan veteran biasanya langsung dari pemerintah pusat. Perhatian tersebut diwujudkan ke dalam bentuk gaji. Jadi kata widi, pemkab jember, tidak mengalokasikan gaji kepada veteran, karena sudah ditanggung dari pemerintah pusat.

Meski demikian lanjut Widi, setiap hari ulang tahun kemerdekaan, Pemkab Jember memberikan tali asih berupa cinderamata kepada veteran. Itu dilakukan, untuk mengenang jasa mereka, pada saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan negeri ini.

(777 views)
Tag: