Perang Strategi Parpol Pengusung Capres Cawapres

Pelaksanaan Pemilu Presiden kian dekat, jika dihitung sejak sekarang pilpres sudah kurang 29 hari lagi. Tentunya waktu 29 hari bukanlah waktu yang lama bagi parpol pengusung capres dan cawapres. Tidak hanya itu, berbagai strategi pasti telah dipersiapkan oleh parpol pengusung. Jadi sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana persiapan parpol pengusung jelang pilpres? Lalu, bagaimana strategi parpol pengusung capres untuk mendapatkan simpati masyarakat?

Pada pilpres mendatang akan diramaikan oleh Tiga Pasangan Capres Dan Cawapres. Diantaranya Megawati Soekarno Putri-Prabowo Subianto yang diusung oleh PDI-P dan Gerindra, SBY Boediono yang diusung oleh Partai Demokrat, PKB, PKS, PPP, PAN serta beberapa partai lain dan pasangan M Yusuf Kalla Dan Wiranto yang diusung oleh Partai Golkar Dan Hanura.

Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Jember, Saptono Yusuf, ada beberapa strategi yang dilakukan oleh partainya, untuk mensosialisasikan pasangan SBY dan Boediono, salah satunya mendirikan posko pemenangan di masing-masing dapil. Sebab lanjutnya, dengan adanya posko pemenangan mulai dari tingkat kabupaten sampai desa, semua strategi yang telah dipersiapkan serta evaluasinya akan berjalan dengan maksimal.

Saptono menambahkan, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan 24 parpol pengusung SBY Boediono dan sejauh ini semuanya berjalan dengan maksimal. Disamping itu, pihaknya tidak lupa mensosialisasikan kepada masyarakat, jika SBY terpilih kembali menjadi presiden akan melanjutkan program yang bisa langsung dinikmati oleh masyarakat. Saptono optimis pada pilpres mendatang, khususnya di Jember pasangan SBY-Boediono akan memperoleh suara sebesar 80 %.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan JK-Win, Yudi Hartono menjelaskan, untuk strategi pemenangan tidak akan jauh beda dengan apa yang telah digariskan oleh tim provinsi. Sesuai dengan jargonnya, pasangan JK-Win akan bertindak lebih cepat lebih baik.

Sebenarnya kata Yudi, sosok Jusuf Kalla sudah sangat populer di masyarakat, apalagi kata dia, pasangan JK-Win dilahirkan dari dua unsur kebudayaan yang berbeda, jawa dan luar jawa. Jadi dirinya yakin pasangan ini akan merangkul semua kelompok di NKRI, tanpa memandang perbedaan Ras, Agama, Budaya Dan Golongan.

Sosok JK lanjutnya adalah satu-satunya Kader NU yang maju sebagai capres. Yudi yakin dukungan Jamiyah NU sebagai ormas terbesar di negeri ini, akan mengarah kepada pasangan JK-Win. Lebih lanjut Yudi menjelaskan, dengan tambahan dukungan dari kedua istri pasangan yang sama-sama memakai jilbab, akan lebih mudah diterima oleh kalangan pondok pesantren sebagai basis Massa NU. Mengenai target perolehan suara, partainya menargetkan sebesar 30 persen. Hal ini didasari dengan modal perolehan suara Golkar Dan Hanura pada Pemilu Legislatif lalu.

Di tempat terpisah, Ketua DPC Pdi Perjuangan Jember, Kusen Andalas sebelumnya mengatakan, partainya optimis Megawati Dan Prabowo akan terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. Apalagi visi yang dibawa oleh PDIP dan Gerindra sebagai pengusung Prabowo sama, yakni keberpihakan terhadap orang cilik atau lebih populer dengan istilah Partainya wong cilik.

Kusen menambahkan, Pengurus PDIP Dan Gerindra Di Jember sudah menyiapkan strategi utnuk memenangkan pasangan Mega-Pro, salah Satunya akan menyiapkan posko pemenangan di masing-masing PAC. Lebih lanjut Kusen menjelaskan, kekalahan Megawati pada Pilpres 2004 lalu akan dijadikan sebagai bahan cerminan untuk melakukan gerakan pada pilpres sekarang. Apalagi menurutnya, mengaca hasil pemilu legislatif lalu suara PDIP dan Gerindra Di Jember sangat besar.

(832 views)
Tags: