Warga Balung Tewas Di tembak OPM

Meski sudah menerima kematian korban, keluarga seorang tukang ojek asal desa Curah Lele Balung yang tewas di tembak gerombolan Organisasi Papua Merdeka atau OPM. mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini.

Kedatangan jenasah Zainul Abidin Kamis dini hari di kampung halamannya disambut isak tangis keluarga. Apalagi kondisi jenasah korban penuh dengan luka tembakan dan bacokan pada bagian kaki, tangan dan kepala.

Muklisin, paman korban yang juga tinggal di Puncak Jaya Papua menceritakan, Zainuil merupakan salah satu dari dua korban penghadangan yang dilakukan OPM. Korban lainnya Ahmad Sholikan, warga kecamatan Kedungjajang kabupaten Lumajang. Kedua korban menjadi korban keganasan OPM di lokasi yang sama, namun dalam waktu yang berbeda.

Berdasarkan keterangan warga sekitar TKP lanjut Muklisin, saat itu keponakannya sedang mengantar seorang penumpang menuju kecamatan Mulya Papua. Namun sekitar satu kilometer mendekati pos penjagaan TNI, Zainul dihadang puluhan anggota OPM. Selang beberapa menit Ahmad Sholikin yang juga berprofesi sebagai tukang ojek, melewati jalan itu dengan tujuan yang sama. Tanpa tahu sebabnya, kedua tukang ojek asal Jawa Timur ini diberondong peluru. Bahkan gerombolan OPM selain menembak Sholikin juga melukainya menggunakan kapak.

Kejadian seperti ini menurut Muklisin bukan yang pertama kalinya. Di daerah Puncak Jaya selama ini sudah terjadi 24 kejadian, namun baru kali ini yang menjadi sasaran orang sipil. Kejadian sebelumnya yang menjadi korban selalu anggota TNI.

Sementara Tumiran, paman korban yang lain mengatakan, informasi yang diterima pihak keluarga pertama kali, keponakannya meninggal akibat kecelakaan. Namun ketika salah satu kerabat mengecek langsung di rumah sakit ternyata keponakannya meninggal akibat tembakan. Untuk itu Tumiran mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini.

(930 views)
Tags: