
Kawan KISS FM,
Kondisi cuaca yang terasa lebih terik dan kering dalam sepekan terakhir di Kabupaten Jember memunculkan anggapan bahwa suhu udara sedang meningkat drastis. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan sensasi panas yang dirasakan masyarakat lebih disebabkan oleh menurunnya kelembaban udara dibanding kenaikan suhu.
Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, Sabtu 30 Mei, menjelaskan jika melihat data temperatur, suhu maksimum saat ini sekitar 32 derajat Celsius. Jika dibandingkan, suhu saat ini masih lebih rendah jika dibandingkan sekitar satu bulan lalu suhu yang sempat mencapai 37 derajat Celsius.
Menurut Hukama, rasa panas dan gerah yang kini dirasakan masyarakat bukan berasal dari peningkatan suhu udara, melainkan akibat kelembaban yang semakin rendah. Kondisi tersebut merupakan salah satu ciri khas datangnya musim kemarau.
Ia menjelaskan, saat memasuki musim kemarau, angin muson timur mulai mendominasi dan membawa massa udara yang relatif lebih dingin, tetapi memiliki kandungan uap air yang lebih sedikit. Akibatnya, udara terasa lebih kering, langit tampak lebih cerah, dan pertumbuhan awan menjadi berkurang.
Selain itu, masyarakat juga dapat merasakan perbedaan suhu yang cukup kontras antara pagi dan siang hari. Pada pagi hari, udara cenderung lebih dingin, sedangkan saat siang hari kondisi terasa panas dan kering akibat minimnya kandungan uap air di atmosfer.
Terkait perkembangan musim kemarau di Kabupaten Jember, Hukama menyebut sebagian besar wilayah, khususnya kawasan Jember bagian tengah dan selatan, telah mulai memasuki musim kemarau. Meski demikian, tidak seluruh wilayah mengalami kondisi yang sama.
Beberapa daerah di kawasan utara dan sekitar lereng Pegunungan Argopuro masih berpotensi mengalami hujan ringan atau gerimis karena faktor topografi dan kondisi atmosfer lokal yang masih mendukung terbentuknya awan hujan.
Wilayah Jember tengah dan selatan disebut sudah memasuki musim kemarau. Sementara di wilayah utara dan kawasan Argopuro masih ada potensi hujan ringan atau gerimis.
Hukama juga mengingatkan bahwa musim kemarau tidak berarti hujan akan hilang sepenuhnya. Hujan masih berpeluang terjadi, namun dengan frekuensi dan intensitas yang jauh lebih rendah dibandingkan saat musim penghujan.
<<<<< ULIL
(31 views)