Pakar Nilai Perilaku Anggota DPRD Jember Main Game Sambil Rapat Turunkan Tingkat Kepercayaan

Dr Aries Harianto

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Jember Dr Aries Harianto pada Rabu 13 Mei 2026, menyampaikan penilaian terkait perilaku anggota DPRD Jember yang bermain Game dan merokok saat forum rapat resmi merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan, baik dari sisi etika pejabat publik maupun norma kelembagaan.

Menurutnya, peristiwa yang viral di tengah masyarakat tersebut menjadi alarm penting bagi lembaga politik untuk memperkuat disiplin, profesionalitas, serta tanggung jawab moral di ruang publik.

Dalam keterangannya Rabu 13 Mei, dirinya menjelaskan, forum rapat DPRD merupakan ruang resmi yang dijalankan dalam rangka pelayanan publik dan pengawasan pemerintahan. Karena itu, setiap anggota dewan dituntut menjaga sikap, fokus, serta menghormati forum yang sedang berlangsung.

Dia menyebut, ketika seorang pejabat publik berada dalam forum resmi tetapi justru merokok dan bermain Game, maka yang bersangkutan sesungguhnya sedang menanggalkan tugas dan tanggung jawabnya sendiri. Ia hadir secara fisik, tetapi tidak menunjukkan penghormatan terhadap forum maupun masyarakat yang diwakilinya.

Menurutnya, perilaku merokok di ruang rapat juga memiliki konsekuensi etik dan sosial karena dilakukan di ruang publik yang dihadiri banyak pihak. Selain mengganggu kenyamanan, asap rokok juga berdampak terhadap kesehatan peserta lain. Sementara tindakan bermain Game saat rapat dinilai menunjukkan rendahnya konsentrasi dan tidak adanya penghormatan terhadap agenda yang sedang dibahas.

Ia menambahkan, fenomena viral semacam ini tidak hanya berdampak pada individu pelaku, tetapi juga menyeret citra lembaga DPRD dan partai politik tempat anggota tersebut bernaung. Di era digital, publik dengan cepat memberikan penilaian melalui opini sosial yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik.

Ia lantas menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan pribadi semata. Menurutnya, jika tidak ada ketegasan dari pimpinan lembaga maupun partai politik, perilaku serupa dapat berkembang menjadi budaya kerja yang buruk di lingkungan politik. ULIL

(104 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.