Kawan KISS FM.
Menjelang peringatan World Environment Day dan Hari Bumi, komunitas World Cleanup Day Indonesia (WCD) coreteam Jember akan memulai kampanye lingkungan melawan sampah digital. Kampanye bertajuk digital cleanup ini akan berlangsung selama satu bulan ke depan hingga 22 Mei 2026. Program tersebut menjadi bagian dari gerakan global yang mendorong masyarakat untuk lebih sadar terhadap dampak aktivitas digital terhadap lingkungan.
Sekretaris WCDI Jember, Harry Bagoes Prasetyo, mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa sampah digital seperti email tidak penting, file yang menumpuk di cloud, hingga data yang tersimpan di perangkat elektronik turut menyumbang emisi karbon.
Menurutnya, penyimpanan data dalam jumlah besar membutuhkan infrastruktur pusat data yang mengonsumsi energi listrik sangat besar. Kondisi tersebut secara tidak langsung berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon dan mempercepat pemanasan global.
Dampak sampah digital terhadap perubahan iklim dinilai sangat nyata. Jadi, selain bersih-bersih di jalanan dan selokan, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk mulai ‘detoks’ perangkat digitalnya masing-masing. Menurutnya ini adalah langkah kecil dengan dampak besar bagi emisi karbon dunia.
Melalui kampanye ini, WCD Jember berupaya mengedukasi masyarakat untuk tidak hanya peduli pada sampah fisik, tetapi juga sampah digital yang kerap terabaikan. Gerakan ini sekaligus menjadi ajakan bagi warga untuk mulai membangun kebiasaan baru dalam mengelola data secara bijak.
Sebagai bagian dari jaringan global, WCD Jember menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak sekadar menjadi penonton dalam isu lingkungan.
Kampanye digital cleanup diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku, baik dalam mengurangi penggunaan plastik di dunia nyata maupun membersihkan jejak digital di dunia maya, demi menciptakan masa depan bumi yang lebih sehat dan berkelanjutan.
ULIL
(160 views)