Tak Lagi Digaji Dari APBD, Puluhan Penjaga Sekolah Di Sumbersari Gelar Istighosah

Kawan KISS FM,

Sebanyak 22 penjaga sekolah, non-ASN kategori R4 se-Kecamatan Sumbersari, menuntut agar pemerintah mengangkat statusnya sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.

Untuk mencapai tujuannya itu, para penjaga sekolah tersebut menggelar istighosah atau doa bersama di Mushola SDN Antirogo 4 Kecamatan Sumbersari, Rabu 6 Agustus sore.

Menurut salah seorang penjaga sekolah SDN Antirogo 4, Suyono, para penjaga dari 21 sekolah SD negeri se-Kecamatan Sumbersari berkumpul untuk mengadukan nasibnya. Sebab, terhitung sejak bulan Agustus 2025, penjaga sekolah tidak lagi menerima gaji dari pemerintah daerah yang bersumber dari APBD.

Kini, penggajian mereka diserahkan kembali kepada pihak sekolah masing-masing, yang dinilai belum memiliki kejelasan anggaran.

Suyono berharap pemerintah memperhatikan nasib para penjaga sekolah dengan memberikan kepastian status, yakni diangkat sebagai pekerja PPPK paruh waktu. Sebab, rata-rata mereka sudah bekerja antara 7 hingga 20 tahun.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jember, Mufid, menyampaikan dukungannya terhadap aspirasi para penjaga sekolah. Dia mengatakan, DPRD bersama eksekutif sedang melakukan terobosan ke pemerintah pusat agar ribuan tenaga kerja non-ASN kategori R4 bisa mendapatkan kejelasan status.

<<< Fit

(561 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.